Depok || Radarpost.id
Sorak-sorai penonton menggema di GOR Bima, Kota Cirebon, ketika satu per satu petarung Muaythai Kota Depok naik ke atas ring. Wajah-wajah muda itu penuh semangat, membawa harapan besar kota mereka. Hasilnya pun manis: dari empat atlet yang diturunkan, semuanya berhasil membawa pulang medali. Dua emas, satu perak, dan satu perunggu menjadi bukti nyata bahwa semangat juang dan latihan keras tidak pernah mengkhianati hasil.
Prestasi itu diraih Aksel Kian Nizar dan Rian Rinaldy yang masing-masing menyabet medali emas, disusul Diaz Rio Sandrino dengan perak, serta Muhammad Haikal Pratama yang menambah koleksi perunggu. Empat medali ini sekaligus menegaskan bahwa Depok tidak bisa dipandang sebelah mata dalam cabang olahraga keras penuh strategi ini.
Pelatih Andri Zikri tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. “Mereka bertarung sesuai game plan. Semua atlet tampil maksimal dan hasilnya luar biasa, semua pulang dengan medali. Tapi perjalanan masih panjang, kami akan terus mengasah kemampuan untuk even yang lebih besar,” ujarnya.
Bagi Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto, pencapaian ini lebih dari sekadar angka medali. Ia melihatnya sebagai tolok ukur kualitas pembinaan sekaligus penanda kesiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. “Alhamdulillah, Depok bisa bersaing. Prestasi ini tentu menjadi motivasi dan peta kekuatan menghadapi even besar mendatang. Target kami realistis, masuk 10 besar pada Porprov nanti,” ungkapnya penuh optimisme.
Di balik kemenangan itu, tersimpan kisah disiplin, latihan keras, serta mimpi besar para atlet muda Depok. Bagi mereka, medali bukan sekadar kalungan prestasi, melainkan simbol perjuangan yang akan terus berlanjut hingga ke panggung yang lebih besar.













