Jakarta || Radarpost.id
Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk menggerakkan perekonomian pelaku usaha kecil. Sebanyak 30 pelaku UMKM ambil bagian dalam Bazar Ramadan yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 23–24 Februari 2026.
Kegiatan ini diinisiasi Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan sebagai rangkaian Festival Bedug 2026.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, menjelaskan bazar tersebut menjadi agenda rutin tahunan setiap Ramadan. Selain memeriahkan suasana, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi dan pemasaran produk UMKM binaan.
Sebanyak 15 stan disiapkan, masing-masing diisi dua pelaku usaha. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari makanan dan minuman, produk kriya, hingga fesyen.
Seluruh peserta telah melalui proses kurasi dan diwajibkan menggunakan sistem pembayaran digital QRIS untuk memudahkan transaksi. Langkah ini sekaligus mendorong pelaku UMKM beradaptasi dengan sistem ekonomi digital.
Djaharuddin mengajak masyarakat, khususnya aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, untuk mendukung pelaku usaha lokal dengan berbelanja di bazar tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan omzet dan memperluas jaringan pemasaran UMKM,” ujarnya.
Salah satu peserta, Della dari Della Kitchen, mengaku optimistis produknya seperti tahu bakso, kebab, dan burger dapat diminati pengunjung. Meski berlangsung pada pagi hingga siang hari selama Ramadan, ia tetap bersyukur karena penjualan tetap berjalan.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan berharap bazar ini tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga memperkuat eksistensi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah, khususnya di bulan Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat.













