Depok || Radarpost.id
Kejuaraan olahraga tradisional ketapel yang diikuti oleh 60 peserta. seluruh peserta mengikuti pertandingan dalam agenda Formakot yang diselenggarakan KORMI Kota Depok. Hal tersebut untuk memperkenalkan mensosialisasikan olahraga tradisional ketapel.
Kegiatan berlangsung di Depok Open Space (DOS) jalan Margonda Raya, Kota Depok pada Minggu (16) 11/2025).
Ketua Panitia Formakot dari Komunitas Little Margo, Satria Conayio (Conay), mengatakan, dalam kejuaraan tersebut terdapat tiga kategori yakni paper, multi target, dan tradisional dan nepel baut. Masing-masing kategori menggunakan sistem nilai.
“Total ada 60 peserta dan satu regunya ada dua orang, dan yang beregu ini berhak mengikuti perorangan dengan multi target dan paper,” ungkap Conay.
Kejuaraan tersebut mayoritas diikuti oleh para komunitas, para pemula dari SD dan SMP serta masyarakat yang hobi ketapel. Diharapkan nantinya olahraga tradisional tersebut bisa dikenalkan.
“Sementara itu sosialisasikan dulu tentang olahraga ini. Sehingga nanti kedepannya bisa dikenalkan lebih lanjut oleh para guru,” katanya.
Forspek sendiri merupakan salah satu organisasi dibawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Depok.
Kedepannya akan memprogramkan masing-masing kecamatan terdapat forum silaturahmi ketapel.
“Kemudian program kami akan mengadakan silaturahmi ataupun safari ketapel tingkat kecamatan. Jadi nanti sistemnya anjangsana,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel (Forspek) Kota Depok Ahmad Fauzi, menyebutkan Forspek bisa menjadi wadah untuk melestarikan ketapel sebagai olahraga tradisional
Sebagaimana di ketahui bahwa Ketua Umum Forspek Kota Depok H. Supian Suri. Sehingga bisa menghindarkan dampak negatif teknologi pada anak-anak generasi saat ini.

“Agar mereka bisa kenal dengan olahraga tradisional ini dan bisa untuk mengisi waktu luang anak-anak,” terangnya.
Sehingga kejuaraan-kejuaraan akan dipersiapkan di tahun yang akan mendatang.
“Kita baru bisa berjalan di tahun depan dan ini masih dalam tahap sosialisasi dari Kormi. Dengan anggaran yang akan kita terima tahun depan kita bisa melakukan pembibitan pada atlet-atlet ketapel,” lanjutnya.
Menurutnya sudah banyak atlet-atlet ketapel yang sudah berprestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Maka dari itu Forspek Kota Depok harus bergerak cepat untuk melakukan pengembangan.
Hal ini tak luput mendapatkan menyebutkan dapat dukungan penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan ketapel. Tidak hanya itu pembinaan bibit unggul akan gencar dilakukan.
“Mudah-mudahan tidak hanya guru yang ikut mensosialisasikan adanya olahraga tradisional ini,” katanya.
Dan kedepannya kejuaraan yang dilaksanakan melibatkan para pelajar mulai dari kelas 4 SD hingga SMP.
Supaya regenerasi atlet bisa cepat dilakukan dan membawa nama baik, sehingga Kota Depok akan maju bersama. (**).













