Jakarta || Radarpost.id
Upaya pelestarian lingkungan kembali digencarkan jajaran Kodam Jaya/Jayakarta melalui aksi nyata di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan. Dalam momentum peringatan Hari Bumi, Pangdam Jaya bersama pegiat lingkungan Arif Kamarudin turun langsung memimpin kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu yang selama ini mengancam keseimbangan ekosistem perairan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Jaga Jakarta – Jaga Bumi ini melibatkan sekitar 100 personel Koramil jajaran Kodim 0504/Jakarta Selatan, serta didukung unsur TNI lainnya, termasuk Danrem 051.
Dalam pelaksanaan aksi tersebut, ratusan kilogram ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari perairan Setu Babakan. Pada kegiatan terbaru, sekitar 200 kilogram ikan invasif berhasil dikendalikan. Secara keseluruhan, dari dua kali pelaksanaan, jumlah ikan yang berhasil diangkat telah melampaui 400 kilogram.
Sebagai upaya pemulihan ekosistem, kegiatan ini juga diiringi dengan penebaran bibit ikan lokal. Sedikitnya 500 bibit ikan dilepas pada kegiatan terbaru, sehingga total lebih dari 1.000 bibit ikan telah ditebar untuk mendukung keseimbangan habitat perairan.

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu ekosistem. Perkembangannya yang pesat membuat populasi ikan ini mendominasi perairan, merusak dasar sedimentasi, serta menurunkan kualitas air, termasuk kadar oksigen yang dibutuhkan biota lainnya.
Pangdam Jaya menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah konkret yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin Setu Babakan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga memiliki ekosistem yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menariknya, ikan sapu-sapu yang berhasil diangkat tidak dibuang begitu saja. Ikan tersebut dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan diolah oleh masyarakat setempat, sehingga tetap memiliki nilai ekonomis.
Sinergi antara TNI, pegiat lingkungan, dan masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Dominasi ikan invasif secara bertahap berkurang, sementara peluang hidup ikan lokal semakin meningkat.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik perairan sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah perkotaan.













