Jakarta ll Radarpost.id
Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Jumat Peduli dalam rangka memperingati Hari Kartini, Jumat (17/4/2026). Kegiatan berlangsung di Lapangan depan Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran kepolisian membagikan 350 paket sembako kepada para pengemudi ojek online (ojol) perempuan yang setiap hari bekerja di jalan demi menghidupi keluarga.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dr Rita Wulandari Wibowo, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus penguatan bagi para perempuan pekerja yang dinilai memiliki semangat juang tinggi.
“Hari ini kami melaksanakan rangkaian kegiatan Hari Kartini. Polwan Kartini Polda Metro Jaya memberikan semangat dan penguatan kepada para ojol perempuan hebat. Mereka adalah penyemangat yang terus berjuang untuk keluarganya,” kata Rita kepada wartawan.
Menurut Rita, kegiatan tersebut bukan hanya berbagi sembako, tetapi juga menjadi momen untuk memberikan edukasi terkait keselamatan dan perlindungan perempuan, baik di jalan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami memberikan penguatan agar mereka terhindar dari kecelakaan dan kekerasan. Apabila menemukan situasi kekerasan atau ketidaktertiban, kami bekali untuk segera menghubungi layanan 110 maupun platform Direktorat Reserse PPA dan PPO. Kami siap memberikan perlindungan kepada perempuan-perempuan hebat di jalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan program Kapolda Metro Jaya dalam mendorong peran aktif perempuan, termasuk Polwan, untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, salah satu perwakilan ojol perempuan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polda Metro Jaya.
“Terima kasih Bapak Kapolda atas Jumat berkahnya untuk kami para wanita hebat. Terima kasih untuk Kartini Polda Metro Jaya yang selalu mendukung kami para ojol perempuan. Semoga kebaikan ini membawa berkah untuk semua,” ucapnya.
Melalui kegiatan Jumat Peduli tersebut, Polda Metro Jaya berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin, terutama dalam upaya memberikan dukungan serta perlindungan bagi perempuan yang bekerja di sektor informal seperti ojek online. (Jaenal)













