Jakarta|| Radarpost.id
Pertemuan Presiden RI dengan Presiden ke-5 RI dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat arah persatuan dan masa depan demokrasi Indonesia.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan mengatakan pertemuan kedua tokoh bangsa tersebut memiliki makna strategis di tengah tantangan nasional dan global yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Pertemuan itu menjadi momentum yang baik bagi para pemimpin bangsa untuk membahas berbagai arah strategis masa depan negara,” kata Hasto di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kehadiran Megawati dalam upacara Hari Lahir Pancasila merupakan bagian dari tugas kenegaraan sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Hasto menilai hubungan personal yang baik antara Prabowo dan Megawati dapat menjadi modal penting dalam membangun komunikasi kebangsaan yang konstruktif.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menegaskan bahwa demokrasi Indonesia membutuhkan ruang kritik sebagai bagian dari mekanisme penyeimbang kekuasaan atau check and balances.
Ia mengutip pidato Presiden Prabowo dalam rapat paripurna DPR yang menekankan pentingnya kritik dalam sistem demokrasi.
“Suara kritis harus dipandang sebagai bentuk cinta kepada bangsa agar pemerintahan berjalan lebih baik,” ujarnya.
Hasto mengingatkan agar kritik masyarakat sipil tidak dibatasi melalui penggunaan pasal-pasal hukum yang multitafsir karena dapat mengurangi kualitas demokrasi.
Selain itu, ia menyebut peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga refleksi terhadap nilai keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil.
Menurut dia, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui kebijakan politik dan ekonomi yang memberikan ruang kesejahteraan bagi petani, buruh, nelayan, dan kelompok masyarakat rentan lainnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dan Megawati terlihat menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dan sempat menunjukkan keakraban di sela kegiatan kenegaraan tersebut.
Pertemuan dua tokoh nasional itu menjadi perhatian publik karena dinilai mencerminkan upaya menjaga stabilitas politik dan memperkuat persatuan nasional di tengah dinamika demokrasi Indonesia.













