Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Hukum  

Kalapas Cipinang Syarpani Sambut Baik Monitoring Ombudsman RI

Tim Ombudsman RI Jakarta Raya meninjau langsung fasilitas dan pelayanan di Pondok Pesantren At-Tawwabin, Lapas Cipinang.(Jaenal)

Jakarta // Radarpost.id

Pelayanan publik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, menjadi perhatian Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Jakarta Raya. Melalui kegiatan monitoring, Rabu (21/10/2026), tim Ombudsman meninjau langsung pelaksanaan pelayanan sekaligus menggali pengalaman Warga Binaan dan masyarakat.

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan di Lapas Cipinang berjalan sesuai standar, transparan, dan akuntabel. Tidak hanya memeriksa administrasi, tim Ombudsman juga mendengarkan langsung keterangan pengguna layanan guna mengetahui kondisi pelayanan yang sebenarnya.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menyambut baik monitoring tersebut. Menurutnya, pengawasan eksternal menjadi bagian penting dalam mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada Warga Binaan dan masyarakat.

“Kami terbuka terhadap pengawasan dan masukan. Pelayanan yang baik tidak cukup hanya memenuhi prosedur, tetapi harus mudah diakses, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Warga Binaan maupun masyarakat,” tegas Syarpani.

Monitoring ini merupakan tindak lanjut Rapat Dengar Pendapat Ombudsman RI bersama Komisi II DPR RI pada 29 September 2026. Pengawasan tersebut berfokus pada lima aspek krusial pelayanan publik di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan).

Asisten Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Muhammad Fauzi, mengatakan pengalaman langsung masyarakat dan Warga Binaan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan. Sebab, pemenuhan standar di atas kertas perlu dipastikan sesuai dengan praktik di lapangan.

“Kami ingin melihat kesesuaian antara standar pelayanan dengan praktik di lapangan. Keterangan Warga Binaan dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mengetahui apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar Fauzi.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Siti Soleha, memberikan penilaian positif terhadap pelayanan di Lapas Cipinang. Ia menyoroti keberadaan area bermain anak yang dinilai membantu memberikan kenyamanan bagi keluarga yang datang berkunjung.

“Menurut saya pelayanannya sudah baik. Di sini juga tersedia area bermain anak, sehingga pengunjung yang membawa anak merasa lebih nyaman saat menunggu,” ungkap Siti.

Melalui monitoring ini, Lapas Cipinang diharapkan terus meningkatkan mutu pelayanan dengan menjadikan hasil pengawasan dan masukan pengguna sebagai bahan evaluasi. Pelayanan yang transparan, mudah diakses, dan responsif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan.