Jakarta // Radarpost.id
Kepedulian terhadap kebutuhan ibadah warga binaan ditunjukkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani. Ia membagikan ratusan baju koko kepada santri Masjid Baiturrahman setelah salat Zuhur berjamaah, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar pembagian pakaian ibadah. Momentum ini juga dimanfaatkan Syarpani untuk menegaskan komitmen pelayanan di Lapas Cipinang yang harus berjalan secara adil, transparan, sesuai ketentuan, dan bebas dari pungutan liar (pungli).
“Pelayanan di Lapas Cipinang harus diberikan sesuai ketentuan dan tanpa pungutan. Tidak boleh ada biaya, perantara, ataupun praktik yang membebani Warga Binaan maupun keluarganya,” tegas Syarpani.
Selain menyerahkan baju koko, Kalapas mengajak sekitar 200 santri Masjid Baiturrahman menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan pemasyarakatan. Mereka diharapkan mampu memberikan contoh nyata dalam menerapkan kedisiplinan, menjaga akhlak, serta membangun semangat memperbaiki diri.
Syarpani menilai, peran para santri sangat penting dalam mendukung pembinaan keagamaan bagi sekitar 1.500 warga binaan muslim di Lapas Cipinang. Karena itu, nilai-nilai positif yang diperoleh melalui kegiatan ibadah diharapkan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi turut menginspirasi warga binaan lainnya.
“Dua ratus santri ini jangan hanya baik untuk dirinya sendiri. Saya berharap mereka mampu menularkan kedisiplinan, akhlak, dan semangat memperbaiki diri kepada Warga Binaan lainnya,” pesannya.
Sementara itu, salah seorang santri berinisial ARY mengaku senang menerima baju koko putih yang dapat digunakan untuk salat dan mengikuti kegiatan keagamaan di masjid. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap kebutuhan pakaian ibadah para santri.
“Saya senang sekali mendapat baju koko putih. Bisa dipakai untuk salat dan kegiatan di masjid. Terima kasih sudah memperhatikan kebutuhan kami,” ungkap ARY.
Pembagian ratusan baju koko ini diharapkan dapat membantu warga binaan yang memiliki keterbatasan pakaian bersih dan layak untuk beribadah. Melalui kegiatan tersebut, Lapas Cipinang berupaya memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus menanamkan nilai kepedulian, keteladanan, dan perubahan perilaku.
Komitmen pelayanan tanpa pungutan pun ditegaskan sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang transparan dan tidak membebani warga binaan maupun keluarganya.












