Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Keisha Almira Oktarianti Suka Nari dari Kecil, Bangga Sanggar Ayodya Pala Itu Keren

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Keisha Almira Oktarianti, dikenal memiliki hobi yang terbilang unik dan cukup maskulin di kalangan perempuan, dengan tariannya yang lincah. Dirinya merasa bangga menjadi anggota Sanggar Tari Ayodya Pala.

Keisha Almira Oktarianti (15) atau akrab disapa Keisha merasa bangga menjadi salah satu penari Sanggar Ayodya Pala yang akan tampil dalam Tari Kolosal Nusantata, tengah bersiap memecahkan rekor Dunia MURI (Museum Rekor Indonesia) Tahun 2025.

Dalam waktu dekat, ribuan penarinya yang berasal dari berbagai 45 cabang akan menampilkan 1.117 Penari.

Keisha (kiri) lagi sama Natasha (kanan) habis ikuti gladi bersih, di DOS Kota Depok.

Keisha Almira Oktarianti di usianya 15 tahun, sejak dari kelas 3 SD sudah belajar menari. Siswi SMAN 4 Cibinong ini mengaku, keberaniannya masuk sanggar tari atas dorongan dari orang tua.

Berasal dari dari sanggar Ayodyapala cabang dengan alamat sanggar : GOR Bulutangkis MDF Widyatama, Pondok Widyatama Indah, Blk. L No.13, Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor Regency, West Java. Sanggar Ayodya Pala sangat keren, dan bisa masuk sanggar itu jadi kebanggan tersendiri baginya.

“Awalnya saya masih kecil siih. Aku tertarik sama Sanggar Ayodya Pala,” ucap Keisha, saat ditemui radarpost.id, disela sela latihan gladi bersih Sanggar Ayodya Pala, di DOS Kota Depok, Minggu (19/10/2025).

“Saya ingin melestarikan budaya tradisional Indonesia dan memotivasi generasi muda, khususnya mereka yang mulai kehilangan ketertarikan pada seni dan tradisi,” ungkapnya.

Ia menceritakan bagaimana kecintaannya pada Nari di Sanggar Ayodya Pala sudah tumbuh sejak masa kecil.
“Sudah lama banget, dari masa kecil suka banget sama Nari, dari SD saya sudah ingin menari,” katanya.

“Awal aku ikut sanggar itu dari aku disuruh orang tua, dari situ aku iseng-iseng Nari dan alhamdulillah saya sekarang sudah di level ketiga belas,” ungkap siswi yang tertarik sejak SD ini.

Keisha-sapaan akrabnya mengatakan, tujuannya mengikuti tari ingin mengajak lebih banyak generasi muda untuk cinta akan warisan budaya Indonesia.

“Aku ingin sekali mengajak anak-anak di bawah aku, seusia aku bahkan di atas usia aku untuk bisa mencintai warisan budaya Indonesia di bidang seni tari. Dengan sanggar tari ini bisa menjadi salah satu cara yang terbaik untuk bisa mengajak mereka,” ungkapnya.

Keisha mengaku, kendala tidak menemukan yang sulit. Justru Dia bangga bisa ikut dalam ajang menari mencatat rekor dunia Muri.

“Untuk kesulitan sih sebenarnya gak ada, tapi memang untuk para peserta dengan usianya masih kecil, ini saya membutuhkan kesabaran, karena kadang anak-anak itu kalau berlatih sesuai mood mereka jadi memang harus menyesuaikan itu,” tuturnya.

Keisha menyampaikan kebanggaannya. “Tentu sebagai penari aku bangga dan senang bisa ikut berpartisipasi memecahkan rekor MURI,” katanya.

Momen ini menandai babak baru semangat kebersamaan dan harapan baru untuk dirinya bisa yang lebih maju, bahagia, dan membanggakan orang tua. (**).