Jakarta|| Radarpost.id
Kementerian Agama (Kemenag) tidak ingin peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H berhenti sebagai kegiatan seremonial. Melalui rangkaian Blissful Mawlid 1448 H, Kemenag mengemas peringatan tersebut ke dalam berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, keluarga, layanan perkawinan, zakat, hingga literasi Al-Qur’an dan ilmu falak.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan rangkaian Blissful Mawlid dirancang untuk menerjemahkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW ke dalam kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ditjen Bimas Islam melaksanakan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga gerakan masyarakat secara luas. Semoga gerakan ini menjadi gerakan dari Sabang sampai Merauke dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Abu dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut Abu, semangat Maulid dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan. Karena itu, agenda Blissful Mawlid tidak dipusatkan pada satu acara, melainkan tersebar dalam sejumlah program yang menyasar aspek spiritual sekaligus sosial.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian utama rangkaian tersebut adalah Gema Selawat Kebangsaan yang berlangsung secara nasional pada 31 Agustus-7 September 2026.
Gerakan ini menargetkan 1.781.945 peserta untuk membaca Dalā’il al-Khayrāt. Jumlah tersebut memiliki makna simbolik yang dikaitkan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia.
Peluncuran Gema Selawat Kebangsaan turut diisi Ijazah Kubra pembacaan Dalā’il al-Khayrāt oleh Sidi Idris al-Fihri al-Fasi, Wakil Rektor Universitas al-Qarawiyyin sekaligus Pimpinan Zawiyah Fasiyah, Fes, Maroko.
Selain selawat, Kemenag memasukkan aspek pendidikan melalui BeZakat 2026. Program seleksi penerima Beasiswa Zakat tersebut berlangsung 24 Agustus-7 September 2026 dan merupakan hasil sinergi Kemenag, BAZNAS RI, serta LAZ se-Indonesia.
Program ini menggandeng 21 perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa dari keluarga mustahik. Bentuk dukungannya mencakup pembiayaan UKT, biaya hidup, bantuan laptop, hingga pembinaan.
“Keberagaman agenda tersebut menunjukkan bahwa semangat Maulid dapat diterjemahkan dalam banyak bentuk kemaslahatan. Selawat menjadi penguatan spiritual, zakat membuka akses pendidikan, kepenghuluan dan nikah massal memperkuat layanan keluarga,” kata Abu.
Perkuat Layanan Perkawinan dan Ketahanan Keluarga
Nilai keteladanan Rasulullah SAW juga diterjemahkan Kemenag melalui penguatan layanan perkawinan dan keluarga.
Sebelumnya, Kemenag menggelar Expert Meeting Penghulu pada 24-27 Agustus 2026 di Nganjuk, Jawa Timur. Forum ini membahas harmonisasi kebijakan teknis kepenghuluan, termasuk layanan perkawinan dan penyelarasan regulasi.
Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Nikah Massal Blissful Mawlid 1448 H pada 5-6 September 2026. Kegiatan yang bekerja sama dengan Yayasan Mutia Hatta itu diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perkawinan yang sah, tercatat, dan bermartabat.
Penguatan keluarga juga menjadi tema dalam Tasyakur Maulidur Rasul untuk Penguatan Ketahanan Keluarga Indonesia serta NASUHA 2026 (National Symposium of Ulama and Penghulu) pada 9-10 September 2026 di Buntet Pesantren, Cirebon.
NASUHA menjadi ruang dialog antara ulama dan penghulu untuk membahas penguatan ketahanan keluarga serta pembangunan keluarga yang sakinah dan maslahah.
Dari Al-Qur’an hingga Ilmu Falak
Rangkaian Blissful Mawlid kemudian diperluas ke bidang literasi keislaman. Salah satunya melalui MTQ Nasional ke-31 yang berlangsung 11-20 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
MTQ Nasional ke-31 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”.
Agenda berikutnya adalah MABIMS Islamic Astronomy Workshop pada 10-12 Oktober 2026 di Observatorium Bosscha. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan literasi dan pengembangan ilmu falak.
Sementara itu, edukasi mengenai pengelolaan zakat berbasis masjid juga dilakukan melalui Car Free Day SIGAP MAS pada 25 Oktober 2026 di kawasan Hotel Grand Sahid.
Abu menilai keberagaman agenda tersebut menunjukkan bahwa peringatan Maulid dapat menjadi momentum untuk memperkuat berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Rangkaian Blissful Mawlid 1448 H dijadwalkan berlangsung sejak akhir Agustus hingga Oktober 2026. Kemenag berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mendorong tumbuhnya persaudaraan dan berbagai bentuk kemaslahatan sosial di tengah masyarakat.












