Depok || Radarpost.id
Suasana meriah tumpah ruah di Alun-alun Kota Depok. Sejak pagi, masyarakat dari mulai anak-anak, remaja dan emak-emak berbondong-bondong memadati kawasan Alun-Alun Timur GDC, Jalan Boulevard Grand Depok City, Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Kamis (7/5/2026).
Diwaktu bersamaan WaliKota Depok, Dr. H. Supian Suri, tampil memukau mengenakan kemeja motif bunga retro 70-an dan kacamata hitam.
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian pengunjung adalah fashion show bertema jadul, menghadirkan nuansa nostalgia penuh warna.
Aksi joget santai beliau bersama ribuan warga di perayaan Lebaran Depok ini diiringi musik lawas, menciptakan suasana nostalgia yang sangat meriah dan akrab.

Suasana Perayaan Lebaran Depok 2026 memasuki hari ketiga semakin ramai dan semarak. Untuk menikmati beragam pertunjukan budaya dan hiburan rakyat.
Para peserta tampil percaya diri mengenakan busana retro khas era 70-an hingga 90-an lengkap dengan aksesori unik, topi klasik, kacamata besar, hingga gaya rambut ikonik tempo dulu.
Penampilan mereka sukses menghidupkan suasana lawas yang menghibur sekaligus mengundang gelak tawa dan tepuk tangan penonton.
Tidak sekadar menjadi ajang hiburan, fashion show jadul juga menjadi simbol semangat masyarakat dalam melestarikan budaya dan tren masa lampau.

Kreativitas peserta dalam memadukan kostum lawas dengan gaya modern menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan di tengah perayaan budaya tahunan tersebut.
Selain fashion show jadul, rangkaian kegiatan lainnya turut memeriahkan acara, seperti potong kebo andil, nyedengin baju, gambang kromong, pertunjukan tari tradisional, penampilan musik, lomba hias tumpeng, hingga bazar UMKM yang ramai diserbu pengunjung.
Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri, hadir dalam acara tersebut mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut memeriahkan Lebaran Depok.
“Ada yang datang bersama pasangannya juga, terima kasih sudah menjadi bagian langsung acara Lebaran Depok,” ujar Supian Suri dalam sambutannya.

Supian mengatakan, semangat masyarakat mengenakan pakaian jadul dalam fashion show menjadi bentuk nyata upaya melestarikan budaya lokal.
Menurutnya, warga rela bersusah payah mencari kostum lawas demi tampil maksimal dalam acara lebaran Depok ini.
“Saya hadir bersama Cing Ikah. Terima kasih sebagai penggerak PKK Kota Depok yang telah menginisiasi juga pakaian saya hari ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Supian juga mengajak seluruh tamu undangan, pejabat daerah, anggota dewan, camat, lurah, hingga masyarakat untuk mendukung pelaku UMKM Kota Depok dengan berbelanja di area bazar.
“Jangan pulang dulu sebelum belanja UMKM. Minimal satu orang Rp100 ribu,” ucapnya disambut tepuk tangan pengunjung.
Menurutnya, produk UMKM Kota Depok memiliki kualitas yang baik, baik dari sisi kuliner maupun kerajinan tangan.
Dirinya berharap masyarakat terus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian daerah.
Selain itu, Supian Suri juga menyinggung sejarah lahirnya KOOD dan penyelenggaraan Lebaran Depok yang kini memasuki tahun ketujuh.

Supian menegaskan, kegiatan tersebut tidak lepas dari perjuangan para tokoh budaya dan sesepuh Depok yang sejak awal berupaya menjaga tradisi serta mempererat silaturahmi masyarakat.
“Alhamdulillah beliau-beliau tetap bersemangat karena ingin melestarikan budaya Depok,” tuturnya.
Dirinya pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para tokoh dan pejuang budaya Depok yang telah wafat atas jasa mereka dalam menjaga dan mempertahankan tradisi budaya Daerah. (**).













