Depok || Radarpost.id
Koperasi Merah Putih terus bergerak maju, makin berkembang, menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih mengalami kemajuan dan pertumbuhan yang positif.
Ini bisa merujuk pada peningkatan jumlah anggota, omzet usaha, jangkauan pelayanan, atau aspek positif lainnya dalam operasional koperasi. Secara umum, pernyataan ini mengindikasikan bahwa koperasi tersebut semakin kuat dan sukses.
Ketua Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Mampang Iwan Andriansyah ketika ditemui media ini mengatakan, koperasi adalah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dikelola bersama oleh anggotanya untuk memenuhi kebutuhan bersama, terutama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Salah satunya ,adalah di bentuknya koperasi merah putih yang di programkan oleh Presiden RI,Prabowo Subianto di setiap wilayah daerah.
“Kembali Pembentukan ini dengan tujuan agar di setiap wilayah masing-masing kelurahan sudah berjalannya koperasi Merah Putih yang beranggotakan masyarakat untuk masyarakat,” kata Iwan, Minggu (31/07/2025) di kantor Koperasinya.
“Kami berharap RT dan RW ikut terjun langsung sebagai anggota dalam koperasi tersebut, sekaligus dapat merekrut anggota sebanyak- banyaknya untuk menjadi anggota koperasi,” tambahnya.

Sebagaimana peran dan fungsi koperasi yang selama ini dipahami, tidak hanya menjadi wadah produksi dan distribusi ekonomi anggota atau masyarakat, tetapi juga punya misi tersendiri, yaitu untuk memotong rantai pasok yang sangat panjang, memberantas tengkulak dan rentenir yang selama ini menggerogoti penghasilan masyarakat kecil.
Hal ini sudah di lakukan oleh kelurahan Mampang Kecamatan Pancoran mas, Kota Depok, yang pertama terbentuk di Kota Depok, sekaligus memiliki wadah koperasi yang beralamat di jln Bahagia Kelurahan Mampang Kecamatan Pancoramas hingga kini sudah berjalan.
Iwan menjelaskan bahwa pembiayaan awal Kopkel akan disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus dengan plafon hingga Rp3 miliar per koperasi.
“Kita menyelesaikan petunjuk teknis untuk operasionalisasi distribusi gas LPG 3 Kg, beras, minyak goreng, apotek atau klinik,” kata Iwan.
Terkait dengan skema pembiayaan KopKel ini, Iwan menjelaskan bahwa nantinya akan melibatkan kerja sama tiga pihak yaitu koperasi itu sendiri, distributor/supplier, dan bank penyalur.
“Nantinya KopKel akan mengajukan pembiayaan kepada Bank sesuai dengan kebutuhannya. Kemudian dari perbankan akan melakukan peninjauan kelayakan usaha untuk menentukan jumlah pembiayaan yang disetujui,” ceritanya.

“Bank tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi juga bisa me-leverage bisnis yang ada, dalam penjualan atau pengambilan Keuangan,” ucap Iwan.
Misalnya, di Kelurahan memiliki produksi kerajinan atau produk spesifik yang ingin diekspor, Mandiri bisa memfasilitasi melalui mekanisme business matching,” katanya.
Jangkauan Layanan Koperasi mampu menjangkau lebih banyak wilayah atau melayani lebih banyak kebutuhan masyarakat, Inovasi adanya produk atau layanan baru yang ditawarkan oleh koperasi.
Selain kapasitas manajerial, Iwan memandang bahwa tantangan lain dalam pengelolaan koperasi yaitu transparansi dalam pencatatan keuangan.
“Koperasi Merah Putih Kelurahan hadir sebagai solusi memperkuat struktur ekonomi warga Kelurahan sekaligus melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman online ilegal hingga praktik rentenir yang merugikan,” ungkapnya.
Koperasi Merah Putih terus bergerak maju, makin berkembang, menunjukkan bahwa koperasi tersebut sedang dalam jalur yang benar, yaitu menuju pertumbuhan dan kemajuan yang berkelanjutan.
Hal ini juga sejalan dengan tujuan Koperasi Merah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Mampang melalui pemberdayaan ekonomi. (**).













