Depok || Radarpost.id
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat melalui Wakil Ketua Bidang OKK DPD KNPI Jawa Barat, Budi Miftahudin, resmi melantik Ketua DPD KNPI Kota Depok Tommy Wibawa Mukti.
Acara pelantikan berlangsung di Aula Teratai, Lantai 1, Gedung Balaikota Depok, Kamis pagi (20/11/2025) dengan dihadiri Wali Kota Depok Supian Suri, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna, unsur Forkopimda, Kadisporyata dan Camat se-Kota Depok.
Walikota Depok Dr. H. Supian Suri menyampaikan apresiasi terhadap proses pemilihan kepengurusan KNPI yang berlangsung kondusif dan demokratis.
“Tentunya komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk terus mendukung ruang gerak dan kreativitas pemuda dalam pembangunan kota,” ungkapnya.

Menurutnya para senior serta seluruh elemen kepemudaan juga turut menjaga suasana tetap sejuk hingga terpilihnya ketua baru.
“Alhamdulillah proses pemilihan KNPI Kota Depok kemarin bisa berjalan demokratis dan tanpa hal-hal yang tidak diinginkan. Ini membuktikan kedewasaan para pemuda,” ujar Wali Kota.
Lanjutnya lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terbuka terhadap masukan, ide, dan program dari KNPI serta organisasi kepemudaan lainnya. Dirinya juga menyebut bahwa penguatan peran pemuda menjadi bagian penting untuk mewujudkan Depok yang maju dan berdaya saing.
Selain itu, pihaknya juga menyinggung kemungkinan peningkatan dukungan hibah, meski menegaskan bahwa program kepemudaan tidak harus selalu bergantung pada skema hibah. Karena menurutnya masih banyak program yang bisa disinergikan langsung melalui Perangkat Daerah (PD).
“Kita ingin anak-anak muda menjadi bagian dari pembangunan kota. Tidak harus menunggu hibah, banyak program bisa disinergikan dengan PD,” terangnya.
Sementara itu Ketua KNPI Depok Tommy mengagakan, siap menjadi bagian penting dalam menyukseskan berbagai program unggulan Pemkot Depok, termasuk mendorong akselerasi program-program yang bersentuhan langsung dengan kepemudaan, UMKM, hingga penguatan kapasitas organisasi.

Ia juga memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Pemuda Kota Depok tercatat berada di atas rata-rata nasional dan Jawa Barat.
Namun demikian, ia menilai masih ada pekerjaan rumah besar, terutama terkait minimnya partisipasi pemuda dalam struktur kepemimpinan strategis.
“Dari 100 anak muda Depok, hanya 3 yang terlibat pada posisi kepemimpinan strategis. Ini menjadi PR utama kami. Dengan dukungan pemerintah, angka ini harus meningkat,” tegasnya.
Dirinya juga menyoroti pentingnya penguatan wirausaha muda.
Ia menyebut sekitar 30 persen pengurus KNPI periode ini berasal dari sektor UMKM dan wirausaha, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami ingin pemuda Depok tidak hanya hadir, tetapi terlibat dan memimpin di sektor-sektor strategis,” tutupnya. (**).













