Jakarta|| Radarpost.id
Koalisi Peduli Indonesia (KPI) menyoroti film dokumenter Pesta Babi produksi Watchdoc Documentary yang disutradarai Dandhy Laksono dan Cypri Dale. KPI menilai tayangan tersebut diduga menghadirkan narasi yang kontroversial dan berpotensi membentuk opini publik secara sepihak terkait pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate dan program cetak sawah di Merauke, Papua Selatan.
Ketua Umum KPI Ahmad Fauzi mengatakan karya dokumenter seharusnya mengedepankan prinsip keberimbangan, objektivitas, serta menyajikan kondisi secara utuh kepada masyarakat. Menurutnya, film tersebut lebih banyak menampilkan sisi konflik dan persoalan dibanding dampak pembangunan yang dirasakan masyarakat setempat.
“Pembangunan di Merauke tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut pandang. Ada masyarakat yang hari ini mulai merasakan manfaat ekonomi, terbukanya akses pekerjaan, peningkatan infrastruktur, hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di wilayah yang sebelumnya relatif terisolasi,” kata Ahmad Fauzi kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
KPI menilai narasi dalam film itu berisiko menimbulkan persepsi berbeda terhadap kebijakan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional dan pemerataan ekonomi di kawasan timur Indonesia, khususnya Papua Selatan.
Menurut KPI, proyek PSN Food Estate dan cetak sawah merupakan bagian dari agenda strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah. Program tersebut juga disebut memiliki tujuan jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
KPI mencontohkan sejumlah wilayah di Merauke seperti Wanam yang disebut mulai merasakan dampak ekonomi dari proyek tersebut. Warga lokal diklaim terlibat dalam berbagai aktivitas operasional, mulai dari pembukaan lahan, distribusi logistik, hingga sektor pendukung lainnya.
Meski demikian, KPI menegaskan kritik terhadap pembangunan tetap merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, kritik dinilai perlu disampaikan secara proporsional dan berimbang agar tidak memicu polarisasi di tengah masyarakat.
“Papua membutuhkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Semua pihak seharusnya ikut menjaga suasana yang kondusif dengan menghadirkan informasi yang utuh, objektif, dan tidak provokatif,” ujar Ahmad Fauzi.
Film dokumenter Pesta Babi sendiri diketahui mengangkat isu pembangunan dan dampak sosial di wilayah Merauke yang belakangan menjadi perhatian publik. Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Watchdoc Documentary terkait pernyataan KPI tersebut.













