Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Puncak Haji 2026, Kemenhaj Prioritaskan Jemaah Risti Lewat Skema Murur

Petugas penyelenggara haji menyebut skema murur telah beberapa kali diterapkan dalam musim haji sebelumnya dan terbukti membantu memperlancar arus pergerakan jemaah.(Istimewa).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama otoritas penyelenggara haji menyiapkan skema murur bagi jemaah haji kategori risiko tinggi (risti), lansia, serta penyandang disabilitas guna mengurangi kepadatan ekstrem di Muzdalifah saat puncak ibadah haji 1447 Hijriah.

Skema murur menjadi salah satu langkah mitigasi yang diterapkan untuk mempercepat mobilisasi jemaah dari Arafah menuju Mina tanpa harus turun dan bermalam penuh di Muzdalifah. Kebijakan ini diprioritaskan bagi jemaah dengan kondisi kesehatan rentan agar tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah secara aman.

Dalam pelaksanaannya, bus yang membawa jemaah risti akan melintas di kawasan Muzdalifah setelah wukuf di Arafah, kemudian langsung bergerak menuju Mina. Pola tersebut dinilai mampu mengurangi penumpukan jutaan jemaah yang biasanya terjadi pada malam puncak haji.

Petugas penyelenggara haji menyebut skema murur telah beberapa kali diterapkan dalam musim haji sebelumnya dan terbukti membantu memperlancar arus pergerakan jemaah. Selain faktor keselamatan, kebijakan ini juga bertujuan meminimalkan kelelahan fisik yang berisiko dialami jemaah lanjut usia.

Kepadatan di Muzdalifah selama fase mabit memang menjadi salah satu tantangan terbesar penyelenggaraan haji setiap tahun. Mobilitas jutaan jemaah dalam waktu bersamaan kerap memicu antrean panjang, keterlambatan transportasi, hingga risiko kesehatan akibat suhu tinggi dan kelelahan.

Karena itu, pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga melakukan pendataan ketat terhadap jemaah yang masuk kategori prioritas murur. Data tersebut mencakup lansia, pengguna kursi roda, jemaah dengan penyakit penyerta, hingga pendamping yang bertugas membantu mobilitas mereka.

Selain murur, pemerintah juga menyiapkan sejumlah skema pergerakan lain untuk mengurai kepadatan saat Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Optimalisasi transportasi bus salawat dan pengaturan jadwal lontar jumrah dilakukan agar arus jemaah lebih terkendali.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia selama menjalankan puncak ibadah haji, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan ekstra.