Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Lafa Pratomo Gandeng Bilal Indrajaya dan The Jansen di Lagu ‘terabas’, Bawa Pesan Hajar Saja!

Produser dan komposer musik Lafa Pratomo menghadirkan karya terbaru bertajuk "terabas", dengan menggandeng Bilal Indrajaya dan The Jansen.(Istimewa).

Jakarta || Radarpost.id

Produser dan penggiat musik Lafa Pratomo menghadirkan karya terbaru bertajuk “terabas”, dengan menggandeng Bilal Indrajaya dan The Jansen. Lagu ini menjadi rilisan ketiga dari proyek kolaborasi Garis Tegak EP yang mempertemukan musisi dari berbagai warna musik.

Lagu “terabas” resmi dirilis pada 15 September 2026 melalui berbagai platform streaming digital (DSP). Bersamaan dengan itu, video lirik lagu tersebut juga tersedia melalui kanal YouTube.

Kolaborasi Lafa Pratomo, Bilal Indrajaya, dan The Jansen menjadi salah satu daya tarik utama “terabas”. Ketiganya datang dari karakter musik yang berbeda, namun justru perbedaan tersebut menjadi tantangan sekaligus kekuatan dalam proses kreatif.

“Nah, pertimbangannya justru karena genre musiknya beda. Kalau genrenya sama kan terlalu ketebak. Kalau ini kan jadi ada tantangan,” ujar Lafa Pratomo.

Menurut Lafa, perbedaan karakter musik tersebut membuat proses pengerjaan “terabas” menjadi lebih menarik. Ia dan para kolaborator harus menemukan cara untuk menyatukan tiga entitas musik yang memiliki warna berbeda.

“Ada hal yang seru ketika kita di studio, bisa discover bagaimana menyatukan kedua entitas ini ya? Lucunya, ternyata bisa,” katanya.

Lahir dari Workshop Bersama

Proses kreatif “terabas” berlangsung secara kolaboratif sejak tahap awal. Lafa, Bilal, dan personel The Jansen lebih banyak berdiskusi mengenai kehidupan sebelum masuk ke pembahasan arah musik.

Setelah masuk studio, Bilal memancing proses kreatif dengan riff gitar pada bagian intro. Dari situ, para musisi saling merespons melalui melodi hingga akhirnya menyusun struktur lagu dan menulis lirik.

(istimewa)

“Kita lebih banyak ngobrol bareng soal kehidupan di teras. Terus ngobrolin juga nanti arah musiknya mau ke mana. Setelah itu kita masuk studio, lalu Bilal mancing dengan riff intro yang dia mainkan,” tutur Lafa.

Proses tersebut berlangsung relatif cepat. Dalam satu hari, mereka sudah mendapatkan satu draft utuh. Pertemuan berikutnya digunakan untuk merekam instrumen dan vokal.

“Kita cuma ketemu bareng tiga kali untuk nyelesein lagu ini,” ujar Lafa.

Bilal mengakui proses menyatukan karakter musik mereka berjalan secara alami. Meski memiliki warna berbeda, ketiganya menemukan benang merah ketika mulai bermain bersama.

“Anehnya, ternyata gak ada kendala apapun. Saat kami gonjrengan bareng sih nyambung aja ternyata,” kata Bilal.

Ia menilai “terabas” tidak membuat masing-masing musisi kehilangan identitas musikalnya. Sebaliknya, lagu tersebut menjadi ruang untuk menjahit tiga karakter musik berbeda menjadi satu karya.

“Ini seperti menggabungkan tiga dunia yang berbeda lalu dijahit. Dari bait-nya gimana, chorus-nya gimana, itu dinamis banget. Pas dijahit sama Lafa terdengar mantep,” ujarnya.

Terinspirasi The Beatles

Dalam proses penggarapan “terabas”, The Beatles menjadi salah satu referensi musikal yang muncul di studio. Lafa mengingat Bilal sempat memainkan intro lagu “I Want You (She’s So Heavy)” saat proses workshop.

Dari momen tersebut, mereka kemudian mengembangkan ide untuk membuat intro yang memiliki karakter unik dan selanjutnya mengolahnya berdasarkan imajinasi masing-masing.

“Mungkin kita ke-trigger dari situ ya, kayaknya lucu juga bikin satu intro yang unik. Terus kita kembangin lagi bareng-bareng dengan imajinasi masing-masing,” jelas Lafa.

‘Terabas’ dan Pesan tentang Kekuatan Doa

Selain menawarkan eksplorasi musik lintas genre, “terabas” membawa pesan tentang keberanian menghadapi berbagai rintangan kehidupan.

Judul lagu tersebut berasal dari Bilal dan kemudian disepakati oleh para personel yang terlibat dalam proyek ini.

“Maknanya ya udah hajar aja di hidup yang banyak rintangan ini. Jalani aja karena hal terbaik yang bisa kita lakukan dengan hidup ini kan hajar aja gitu. Terabas aja!” kata Lafa.

Namun, semangat “hajar saja” dalam lagu ini tidak semata-mata dimaknai sebagai keberanian secara fisik. Lafa juga menyampaikan gagasan mengenai kekuatan batin dan doa sebagai bagian dari perjalanan menghadapi kehidupan.

Menurutnya, manusia memiliki kekuatan nonfisik yang dapat membantu melewati berbagai persoalan, salah satunya melalui doa.

“Kutukanmu biasa saja, doa ibuku luar biasa. Ini juga tentang kesadaran kalau Tuhan itu selalu membersamai kita,” ujarnya.

Bagian dari Garis Tegak EP

“terabas” merupakan lagu ketiga dalam Garis Tegak EP, proyek kolaborasi Lafa Pratomo bersama 12 musisi lintas genre. Proyek tersebut dikerjakan Lafa bersama KithLabo dan dirilis secara bertahap.

EP ini memiliki enam lagu dan dibuat untuk merayakan dua momentum, yakni enam tahun KithLabo serta 12 tahun perjalanan Lafa Pratomo sebagai produser musik.

Sebelum “terabas”, Lafa telah merilis “Seperti Angka 8” bersama Feby Putri dan Matter Mos serta “Bukan Kendalimu” bersama Nadhif Basalamah dan Hursa pada Agustus 2026.

Dalam keseluruhan proyek tersebut, Lafa mempertemukan musisi dengan latar dan karakter musik yang berbeda untuk menciptakan karya yang tidak mudah ditebak.

Bagi The Jansen, kolaborasi ini juga menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya mereka diproduksi oleh musisi lain.

“Sangat menyenangkan bisa diproduserin Mas Lafa. Ini pertama kalinya The Jansen diproduseri orang lain. Ternyata tidak semenakutkan yang kami kira,” ujar Adji Pamungkas dari The Jansen.

Adji menilai Lafa mampu memberikan ruang bagi The Jansen untuk tetap berkontribusi sekaligus mendorong mereka mengeksplorasi kemampuan musikal di luar kebiasaan.

Sementara bagi Bilal, bekerja bersama Lafa bukan pengalaman pertama. Ia menyebut Lafa sebagai sosok yang mampu beradaptasi dengan beragam karakter musisi.

“Gua selalu bilang kalau Lafa itu kayak air, sangat fluid. Dia bisa bekerja dengan berbagai musisi yang beda-beda warna musiknya. Dan hasilnya selalu top notch!” kata Bilal.

Melibatkan Musisi

“terabas” ditulis oleh Lafa Pratomo, Bilal Indrajaya, Cinta Rama Bani Satria, Adji Pamungkas, dan Raissa Faranda.

Sesi workshop dan rekaman dilakukan di Syaip Studio milik Lafa Pratomo. Proses mixing dikerjakan Rama Harto dan Hardy Susetio Palawa di RekamKamar, Jakarta. Sementara proses mastering ditangani Dimas Pradipta di Sum It! Studio, Jakarta.

Untuk rekaman instrumen, Lafa Pratomo, Bilal Indrajaya, dan Cinta Rama Bani Satria mengisi gitar. Adji Pamungkas memainkan bass, sedangkan Lafa Pratomo dan Raissa Faranda mengisi keyboard serta piano.

Bagas Wisnu Wardhana mengisi drum dan Sigit Pramudita mengisi bagian brass.

Setelah dirilis di berbagai platform streaming digital pada 15 September 2026, “terabas” juga akan dikemas dalam format video musik yang dijadwalkan hadir melalui kanal YouTube KithLabo.

Lewat “terabas”, Lafa Pratomo, Bilal Indrajaya, dan The Jansen tidak hanya mempertemukan tiga karakter musik berbeda, tetapi juga menghadirkan pesan sederhana: menghadapi hidup dengan keberanian, kekuatan doa, dan keyakinan untuk terus melangkah.