Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Mapay Depok Satu: Tampilkan Pagelaran Wayang Golek Semalam Suntuk Supian Suri Ngobrol Bersama Si Cepot

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Walikota Depok Dr. H Supian Suri didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Siti Barkah Hasanah (Cing Ikah), memberikan sambutan dan sekaligus menutup acara Malam Parahyangan (Mapay) Depok 1 berlangsung di Depok Open Space (DOS) Balaikota pada Jumat (31/10/2025) malam.

Cuaca sempat diguyur hujan, pertunjukan wayang golek tetap diminati oleh warga Depok yang tampak antusias menyaksikan wayang semalam suntuk.

Usai memberikan acara itu. Beliau masih diatas panggung untuk berbincang menggunakan bahasa sunda secara fasih bersama lakon wayang golek yang terkenal siapa itu Si Cepot yang dibawakan oleh Dalang Deden Komara Hudaya.

Pagelaran ini digelar berkat kerjasama Ikatan Budaya Sunda (IBS) Kota Depok dengan Pemerintah Kota Depok. Menampilkan pertunjukan wayang golek yang dilakoni oleh Dalang Deden Komara Hudaya dari Lingkung Seni Gapura Mustika Sunda.

Berbagai karakter wayang golek dimainkan dengan apik oleh sang dalang yang diselingi dengan candaan serta diiringi lantunan musik khas sunda.

Dalam kisahnya Lalakon Semar tandang, Lurah semar sebagai tokoh masyarakat yang sangat jujur mendadak viral, karena dicari oleh raja-raja dari berbagai negara yang sedang terkena wabah.

Kemudian mereka mendapat wangsit barang siapa yang mendapatkan otak Semar, maka negaranya akan kembali normal sedia kala, cuma raja-raja itu salah mengartikan.

Padahal yang dimaksud adalah cara berpikir seorang tokoh yang jujur selalu mementingkan dan memikirkan rakyatnya.

Hal ini dibumbui lelucon oleh dalang dan Walikota Depok, hiburan itu sangat seru dan menarik. Sehingga terjadi konflik dan pada akhirnya terselesaikan dengan baik karena ada komunikasi yang baik antara kedua belah pihak.

Walikota Depok, Supian Suri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sebagai wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi tekad kita bersama untuk terus melestarikan budaya lokal. Mapay Depok 1 di tahun 2025 ini semoga jadi awal yang baik untuk Mapay Depok berikutnya,” ujar Supian Supian.

Dalam kesempatan itu, dirinya menegaskan bahwa Depok adalah rumah bagi berbagai suku dan budaya.

Ia menyebut, keberagaman yang ada justru menjadi kekuatan besar dalam membangun Kota akan lebih maju.

“Depok ini rumah kita semua. Rumahnya orang Betawi, Sunda, Jawa, Sumatera, Sulawesi, sampai Papua. Jadi tidak ada istilah merantau di Kota Depok, karena Depok adalah rumah kita bersama,” tuturnya.

“Hayuk, urang sadayana, silih asuh, silih asih, silih asah. Untuk sama-sama kita majukan kota Depok, Jawa Barat istimewa dan insyaAllah Indonesia Emas 2045 benar-benar bisa terwujud,” tutupnya. (**).