Depok || Radarpost.id
Baca buku tidak ada kata terlambat untuk membacanya. Mulailah membaca untuk kesenangan diri sendiri dan lingkungan keluarga. ”Bentuk Kebiasaan Sejak Dini Kota Depok Cinta Membaca”.
Hal tersebut bagi Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok tengah getol menanamkan budaya literasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui mobil perpustakaan keliling.
Car Free Day (CFD) di Raya Margonda, Kota Depok juga dimanfaatkan untuk menghadirkan mobil perpustakaan keliling.
Seperti Minggu (18/01/2026), mobil perpustakaan keliling diserbu masyarakat yang ingin meminjam buku bacaan.
Ribuan buku berbagai jenis dan judul menarik minat warga yang usai berolahraga dan bersepeda.
Salah satu warga, Eko Citra mengajak anaknya untuk membaca buku yang masih berusia TK, dia ingin mengenalkan buku cerita kepada sang anak.

“Mumpung habis olahraga jadi sekalian mampir baca buku untuk mengenalkan ke anak juga supaya gemar baca buku,” tutur Eko.
Eko, sendiri terlihat meminjam empat buku cerita sslain ikut membaca juga untuk anak-anaknya.
Sementara warga Hilman warga Cimanggis, juga menuturkan dengan hadirnya perpustakaan buku keliling ini dia berharap bukunya lebih bervariasi setiap Minggu, untuk meningkatkan minat baca warga Kota Depok.
“Ya kalau bisa ditambah juga bukunya agar lebih variatif. Kalau bisa juga ditambah koran atau majalah juga, jadi masyarakat bisa baca buku juga baca majalah maupun koran,” harapnya.
Menurut Hilman, pentingnya membaca sejak usia dini supaya timbul kecintaan kepada buku. Orangtua berperan penting dalam proses ini karena menjadi contoh bagi anak.
”Orangtua bacalah buku supaya anak ikut membaca. Anak ikut karena melihat orangtuanya membaca buku setiap hari, pasti anaknya akan ikutan,” ucap Hilman.
Pantauan media radarpost.id, Perpustakaan keliling tersebut dibuka sejak pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB setiap minggu saat CFD.Tepatnya di depan Kantor Diskarpus Kota Depok.
Petugas mobil perpustakaan keliling Kota Depok Muis, ketika ditemui mengatakan rata-rata anak-anak didampingi orang tua yang berkunjung. Mereka biasanya pinjam buku cerita dongeng cerita rakyat
Setiap peminjaman buku tidak dipungut biaya alias gratis. Masyarakat hanya mengisi daftar kunjungan dan identitas diri.
“Bukunya nggak boleh dibawa pulang, hanya boleh dipinjam dan dibaca di sekitar sini saja. Gratis dan bebas baca apapun sampai pukul satu siang,” kata Muis.
Muis mengaku, setiap kali stand by masyarakat yang meminjam dan membaca buku sekitaran 30-50 orang. Namun terkadang ada yang tidak mengisi daftar kunjungan dan identitas.
“Kalau setiap hari minggu ketika CFD semua kalangan bisa membacanya. Bahkan para orang tua pun juga ikut membacanya,” ungkap Muis.

“Kalau pagi sekali jam 06.00 nggak terlalu, karena orang-orang sedang menikmati olahraga. Rata-rata ramainya jam 07.00 sampai jam 08.00,” ujarnya.
Setiap Minggu buku yang ada di mobil perpustakaan keliling itu menurutnya juga diganti. Terutama jika ada yang rusak.
“Kalau sudah rusak terutama fisiknya kita ganti. Tapi kalau variasi buku diganti nggak mesti juga,” jelasnya.
Mobil perpustakaan keliling Diskarpus Kota Depok setiap minggu selalu tampil di CFD. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Depok juga menggunakan sepeda motor untuk perpustakaan keliling.
Muis juga menceritakan, mobil-mobil perpustakaan keliling ada jadwal buka di taman-taman Kota yang ramai pengunjung.
“Keberadaan mobil baca keliling untuk menjadi stimulus kepada siapapun agar menambah minat baca dan literasi,” kata Muis.
“Kalau tidak biasa membaca sejak usia dini, tidak ada kata terlambat. Mulailah membaca. Bantu anak supaya suka membaca. Belikan buku cerita yang sesuai usia anak atau topik yang sesuai minat,” tutup Muis. (**).













