Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Penguatan Balai Transmigrasi Jadi Fokus Dorongan Wamen Viva Yoga

banner 120x600

Badung || Radarpost.id

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mendorong Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan wilayah melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Arahan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada pegawai di Kantor BPPMT Denpasar, Seminyak, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (5/4).

Menurutnya, program kerja balai perlu diperluas melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti Universitas Udayana serta lembaga lainnya.

“Program kerja balai bisa disinergikan dengan berbagai pihak agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ujar Viva Yoga.

Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah balai transmigrasi di daerah seperti Pekanbaru, Yogyakarta, dan Banjarmasin yang telah memberikan kontribusi nyata. Di Provinsi Riau, Balai Transmigrasi Pekanbaru mengembangkan berbagai demplot pertanian dan perikanan, termasuk komoditas nanas yang berhasil memberdayakan petani di sejumlah kabupaten.

“Dari demplot tersebut, Riau semakin dikenal sebagai sentra nanas. Bahkan saat kunjungan, kami menggelar panen dan festival nanas,” ungkapnya.

Viva Yoga menilai BPPMT Denpasar memiliki posisi strategis karena banyak kawasan transmigrasi di Indonesia dihuni oleh masyarakat asal Bali. Ia menyebut fenomena “Kampung Bali” yang tersebar di berbagai wilayah sebagai bukti kuatnya peran transmigran Bali.

Pengalamannya saat berkunjung ke Kabupaten Mesuji, Lampung, semakin menegaskan hal tersebut. Ia menyebut suasana di kawasan transmigrasi tersebut terasa seperti di Bali karena banyaknya pura yang berdiri.

“Transmigran asal Bali dikenal tekun, ulet, dan sabar dalam mengelola lahan. Nilai ini yang mendorong keberhasilan generasi berikutnya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak keturunan transmigran yang berhasil menempati posisi strategis, mulai dari pengusaha hingga pejabat publik seperti anggota DPR RI, wakil gubernur, hingga pelaksana tugas bupati.

Dalam kesempatan itu, Viva Yoga menegaskan bahwa birokrasi di Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia menerapkan sistem merit yang transparan, objektif, dan terukur.

“Melalui sistem ini, seluruh pegawai memiliki kesempatan yang sama dalam pengembangan karier, sekaligus mendorong peningkatan kinerja organisasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, di era pemerintahan Prabowo Subianto, sistem birokrasi diharapkan semakin efisien dan efektif dalam mendukung pembangunan nasional.

Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga terus memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam pembangunan kawasan transmigrasi. Salah satunya melalui pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang yang melibatkan berbagai pihak seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), BP Batam, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Kolaborasi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus mempercepat pembangunan kawasan strategis, termasuk wilayah yang berdekatan dengan Singapura.