Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Peran KORMI Depok Target Tingkatkan Angka Partisipasi Budaya Olahraga Masyarakat

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (KORMI) dibentuk dengan tujuan untuk melakukan pembinaan kapasitas dan kualitas SDM dalam rangka pengelolaan olahraga masyarakat.

Sebagai wujud upaya peningkatan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM), dan membantu program Pemerintah Kota Depok dalam meningkatkan Indeks Kesehatan (IKM), Indeks Kebugaran Jasmani (IKJ), dan Angka Harapan Hidup (AHH) melalui kegiatan olahraga masyarakat.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok, drg. Setiawan Witjaksana, ketika ditemui media radarpoat.id Minggu (11/01/2026) mengatakan, untuk mewujudkan tujuan tersebut maka KORMI Kota Depok akan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Kota Depok.

Ketua KORMI menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada warga masyarakat tentang arti dan pentingnya kebugaran.

“Juga untuk mewujudkan masyarakat Kota Depok yang sehat, bugar, dan gembira,” ujarnya.

Setiawan juga menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi nantinya akan banyak berkolaborasi dengan berbagai stekholder dan komunitas, terutama dengan komunitas lansia.

“KORMI bukan hanya Olahraga prestasi melainkan olahraga. Bisa mengakomodir olahraga, tapi sering dilakukan masyarakat seperti arung jeram, lintas alam, susur sungai, kuda kepang, gowes, dan sebagainya. Mari kita tunjukkan bahwa jika semua terlibat, InsyaAllah apa yang kita tuju akan terwujud,” tukasnya.

Setiawan, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh beberapa Inorga, di berbagai event olahraga seperti senam sehat, permainan dolanan dan kesenian tradisional dakon, egrang, engklek, dan hadangan.

Setiawan juga menjelaskan bahwa KORMI akan terus lakukan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok mendukung kegiatan yang terus berjalan.

“Jika terus berkegiatan dan mengajukan akan kita dorong. Tapi jika tidak ada program jangka panjang, program jangka pendek, jika tidak ada kegiatannya, maka sulit bagi Pemerintah untuk mendukung,” tuturnya.

Dirinya berpesan agar setelah sosialisasi program dari Kalurahan ke Kelurahan.
“Saya bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dan berkembang dan saya harap dapat terus berkembang, karena selain menyenangkan juga bisa diterapkan dimanapun dan bisa menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata,” pesan Setiawan.

“Hal yang sangat penting adalah proses pengalihan pengetahuan kesenian tradisional sudah mulai punah sehingga harus ada proses transformasi ilmu. Mereka yang sudah senior harus mengajari para yunior agar anak-anak dan budaya lokal tidak hilang,” tandasnya. (**).