Surabaya|| Radarpost.id
Persebaya Surabaya merayakan hari jadinya yang ke-99 pada Kamis dengan mengusung semangat “Persebaya untuk Semua”, sebuah kampanye yang menegaskan komitmen klub berjuluk Green Force itu untuk menjadi rumah bagi seluruh kalangan menjelang usia satu abad pada tahun depan.
Perayaan ulang tahun berlangsung sederhana namun penuh makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Tembok untuk mengenang dan mendoakan pendiri Persebaya, M. Pamoedji, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang klub yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Surabaya sejak 1927.
Setelah ziarah, kegiatan berlanjut di Stadion Gelora 10 November Surabaya, stadion bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Persebaya. Suasana kekeluargaan terasa dalam acara yang dihadiri manajemen, suporter Bonek dan Bonita, komunitas disabilitas, serta tokoh lintas agama.
Berbagai agenda digelar dalam perayaan tersebut, mulai dari ramah tamah bersama suporter, penyerahan penghargaan kepada pengguna aktif aplikasi Persebaya Selamanya, doa bersama lintas agama, pemotongan tumpeng, hingga Difabel Football Clinic yang melibatkan Persebaya Academy.
Direktur Persebaya Candra Wahyudi mengatakan usia ke-99 menjadi momentum penting bagi klub untuk memperkuat nilai kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi utama perjalanan Green Force.
“Menjelang usia satu abad, kami mengusung semangat Persebaya untuk Semua. Semangat ini bukan sesuatu yang baru, melainkan nilai yang selama ini terus kami jalankan. Persebaya harus bisa menjadi rumah bagi semua kalangan yang mencintai klub ini,” kata Candra.
Menurut dia, semangat inklusivitas tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Dalam beberapa musim terakhir, Persebaya secara konsisten membuka ruang agar kelompok disabilitas dapat menikmati pertandingan kandang dengan nyaman dan menjadi bagian dari atmosfer stadion.
Keterlibatan komunitas disabilitas dalam perayaan ulang tahun ke-99 juga menjadi simbol bahwa sepak bola tidak mengenal batas dan dapat dinikmati oleh siapa saja.
Selain itu, kampanye “Persebaya untuk Semua” juga diwujudkan melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan yang diinisiasi komunitas suporter. Klub berupaya mempererat persaudaraan antarsesama Bonek dan Bonita sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan kelompok suporter klub lain.
Persebaya meyakini rivalitas sepak bola hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan, sementara di luar pertandingan yang harus terus dijaga adalah persaudaraan, solidaritas, dan rasa saling menghormati.
Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai aktivitas suporter, salah satunya Green Force Run yang akan kembali digelar pada 28 Juni 2026. Ajang lari tersebut tidak hanya menjadi wadah olahraga dan gaya hidup sehat, tetapi juga membawa pesan persatuan dan kebersamaan antarkomunitas suporter dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Candra juga menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang selama ini menjadi kekuatan utama di balik perjalanan Persebaya.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bonek dan Bonita yang selalu setia membersamai Persebaya dalam berbagai situasi. Dukungan mereka adalah kekuatan utama yang membuat Persebaya terus berkembang dan berjuang menjadi lebih baik,” ujarnya.
Apresiasi serupa diberikan kepada para sponsor dan mitra yang selama ini mendukung perkembangan klub. Menurut Candra, konsistensi dukungan para partner menjadi salah satu faktor penting dalam upaya membangun Persebaya sebagai klub yang semakin profesional dan kompetitif.
Dukungan terhadap Persebaya juga datang dari Pemerintah Kota Surabaya. Sehari sebelum perayaan ulang tahun, jajaran manajemen Persebaya diterima oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya.
Dalam pertemuan tersebut, Eri menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus mendukung Persebaya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas Kota Pahlawan.
“Saya ingin meninggalkan legacy bahwa siapa pun yang menjadi Wali Kota Surabaya nantinya harus dekat dengan Persebaya dan tidak boleh menjaga jarak. Sebab Persebaya sudah menjadi bagian dari Surabaya dan menjadi kebanggaan masyarakat kota ini,” kata Eri.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Surabaya menghadiahkan tiga mural perjalanan 99 tahun Persebaya yang dibangun di kawasan Jalan Yono Suwoyo, tepatnya di depan Lenmarc Mall.
Tak hanya itu, momentum ulang tahun ke-99 juga ditandai dengan rampungnya revitalisasi kawasan bersejarah Lapangan Karanggayam dan Mes Persebaya di belakang Stadion Gelora 10 November. Kawasan tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan talenta muda sepak bola Surabaya sekaligus ruang yang menjaga warisan sejarah klub.
Menatap kompetisi musim 2026/2027, manajemen Persebaya memastikan terus berupaya meningkatkan prestasi tim dan mewujudkan target juara yang menjadi harapan besar seluruh pendukung Green Force.
“Kami memahami ekspektasi besar yang dimiliki Bonek dan Bonita. Karena itu kami terus bekerja keras mempersiapkan tim sebaik mungkin,” ujar Candra.
Keseriusan tersebut diwujudkan melalui proses penyusunan skuad yang dilakukan berdasarkan kebutuhan tim dan rekomendasi jajaran pelatih yang dipimpin Bernardo Tavares.
Pada perayaan ulang tahun kali ini, Persebaya juga memberikan penghargaan kepada pengguna aplikasi Persebaya Selamanya yang aktif mengikuti berbagai aktivasi digital sepanjang musim 2025/2026.
Untuk kategori Tebak Skor, penghargaan diberikan kepada Fa’at Misuto, Emmanuel Dede, dan Muh. Rizal Alfaruq. Sementara kategori Tebak Line Up diraih Edy Purwantoko, Bagus Susilo, dan Wahyu Aji Pamungkas.
Memasuki usia ke-99, Persebaya tidak hanya merayakan panjangnya sejarah klub, tetapi juga mempertegas arah perjalanan menuju satu abad eksistensi. Dengan semangat “Persebaya untuk Semua”, Green Force ingin memastikan bahwa sepak bola tetap menjadi ruang pemersatu yang merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa batas.













