Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Wisata  

Program TJSL PLN Dorong Pengembangan Ekowisata Desa Gebugan melalui Benchmarking ke Desa Wisata Lerep

banner 120x600

Kabupaten Semarang, Radarpost.id

PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (PLN UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta (UP2B Jateng DIY) terus mendorong pengembangan potensi desa berbasis pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan mendukung kegiatan benchmarking Desa Gebugan ke Desa Wisata Lerep sebagai langkah memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekowisata yang berkelanjutan. Kedua desa tersebut merupakan desa binaan PLN UP2B Jateng & DIY.

Kegiatan benchmarking ini merupakan bagian dari program “Pengembangan Ekowisata dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Gebugan” yang difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola desa wisata.

Desa Wisata Lerep dipilih sebagai lokasi benchmarking karena merupakan desa binaan PLN UP2B Jateng & DIY yang telah berhasil mengembangkan ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat hingga meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional. Keberhasilan tersebut menjadi referensi bagi Desa Gebugan dalam merancang pengembangan desa wisata yang sesuai dengan potensi lokalnya.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa benchmarking menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pengembangan desa wisata melalui pembelajaran langsung dari praktik yang telah terbukti berhasil.

“Kami berharap masyarakat Desa Gebugan dapat memperoleh referensi yang aplikatif dalam mengembangkan potensi desanya. Setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga praktik-praktik baik yang dipelajari dapat diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi lokal yang dimiliki Desa Gebugan,” ujar Munawwar.

Melalui benchmarking ini, masyarakat Desa Gebugan memperoleh pembelajaran mengenai pengelolaan desa wisata secara menyeluruh, mulai dari pengembangan sarana dan prasarana, manajemen destinasi wisata, tata kelola penerimaan pengunjung, penguatan UMKM, hingga strategi pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Berbagai praktik baik yang diterapkan di Desa Lerep diharapkan dapat diadaptasi sesuai karakteristik dan kebutuhan Desa Gebugan.

Desa Gebugan sendiri memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis masyarakat. Berada di wilayah yang dilintasi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran–Pedan, desa ini telah memiliki potensi wisata berupa kolam pemancingan yang memiliki peluang besar untuk dapat ditingkatkan sebagai bagian dari pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.

Manager PLN UP2B Jateng & DIY, Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung kemandirian masyarakat.

“Melalui program TJSL ini, kami ingin mendorong Desa Gebugan untuk dapat mengembangkan potensi lokal secara optimal dan berkelanjutan. Kegiatan benchmarking ke Desa Lerep diharapkan dapat menjadi inspirasi dan referensi nyata dalam membangun ekosistem desa wisata yang unggul dan berdaya saing,” ujar Rachmat.

Sementara itu, Ketua BUMDes Margi Makmur Desa Gebugan, Margiyono, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh PLN.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Pembelajaran dari Desa Lerep memberikan wawasan baru bagi kami, terutama dalam pengelolaan wisata, penguatan UMKM, serta pelayanan kepada pengunjung. Kami optimis Desa Gebugan dapat berkembang menjadi desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan,” ungkap Margiyono.

Ke depan, Desa Gebugan akan terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, antara lain kawasan kolam pemancingan, ruang terbuka hijau ramah anak, wisata seni, serta produk-produk UMKM lokal sebagai bagian dari ekosistem ekowisata desa.

Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat.

Sinergi antara PLN, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kemandirian desa sekaligus mewujudkan ekowisata yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.