Jakarta||Radarpost.id
Karpas Ethnique, brand pewarna alam yang digagas Ratih Wahyu Sapurti, hadir dengan misi menjaga bumi sekaligus memberdayakan komunitas. Berangkat dari keyakinan bahwa alam tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia, Karpas mengembangkan pewarna alami berbahan tumbuhan, termasuk daun kelapa sawit yang selama ini dianggap limbah.
Usaha yang mulai dirintis sejak 2014 ini dikelola secara mandiri tanpa pinjaman bank. Karpas kini melibatkan siswa SMK, perempuan usia lanjut, hingga siswa berkebutuhan khusus untuk menghidupkan desain dan teknik pewarnanya.
Dalam FGD “Karpas Dyealogue”sabtu (6/12/2025) di Jakarta, Karpas memperkuat ekosistem pewarna alam dengan menghadirkan diskusi antara peneliti, akademisi, dan pelaku industri. Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah Earth Tone Series, warna alami dari daun kelapa sawit tua yang menghasilkan karakter warna lembut dan stabil.
Karpas juga menawarkan layanan re-dye dan edukasi perawatan warna alami. Filosofi nama “Karpas”—kapas dalam bahasa Sanskerta—mencerminkan arah perjalanan brand: ringan, jujur, dan siap terbang tinggi.
“Kami ingin Karpas dikenal karena value-nya. Jika nilai itu kuat, produk akan dicintai,” ujar Ratih.













