JAKARTA|| Radarpost.id
Setelah lebih dari tiga dekade menjadi bagian dari perjalanan musik independen Indonesia, rumahsakit kembali membuka babak baru lewat “Anomali Tour 2026”. Tur yang digelar di tiga kota ini menjadi kesempatan bagi rumahsakit untuk menghadirkan sisi lain dari perjalanan musik mereka melalui lagu-lagu yang jarang dimainkan, bahkan belum pernah dibawakan secara langsung di atas panggung.
Selama ini, rumahsakit mengaku kerap menghadapi keterbatasan setlist ketika tampil di berbagai acara, mulai dari pentas seni hingga festival. Durasi pertunjukan membuat mereka harus memilih lagu-lagu tertentu yang dianggap paling relevan dengan karakter acara dan penonton.
“Kita sering main itu terbatas dengan setlist yang memang aturannya pensi, aturannya festival, dan sebagainya. Jadi kita tidak bisa terlalu panjang membawakan materi,” ujar salah satu personel rumahsakit.
Di sisi lain, jarak pendengar rumahsakit juga cukup luas. Ada penggemar yang baru mengenal musik mereka, tetapi ada pula pendengar lama yang memiliki lagu-lagu favorit tertentu dan ingin kembali mendengarkan secara langsung.

“Range-nya memang lebaran. Banyak yang baru dengar, banyak juga yang sudah dengar lama tapi ingin lagu-lagu tertentu dibawakan,” lanjutnya.
Kondisi tersebut kemudian melahirkan ide-ide untuk membuat tur yang memberikan ruang lebih luas bagi rumahsakit dalam mengeksplorasi katalog musik mereka.
“Akhirnya kita mutusin, ayo deh kita bikin tur sendiri untuk kita bisa memainkan lagu-lagu yang belum pernah kita bawakan di setlist-setlist yang biasanya kita jalankan,” katanya.
Dalam Anomali Tour 2026, rumahsakit akan mencampurkan lagu dari album pertama hingga album terbaru mereka. Pertunjukan juga dirancang dalam tiga segmen untuk membawakan penonton sepanjang perjalanan musik rumahsakit dari berbagai periode.
Konsep utama tur ini dikemas sebagai B-Side Concert. Lagu-lagu yang selama ini berada di luar setlist reguler akan mendapatkan ruang untuk kembali dimainkan di hadapan para Pasien, sebutan bagi penggemar rumahsakit.
“Tur ini membawakan lagu-lagu dari side B kita yang mungkin memang jarang banget atau mungkin nggak pernah dibawakan ke panggung-panggung yang biasa kita lakukan,” ujarnya.
Menurut rumahsakit, pemilihan nama Anomali Tour 2026 juga berkaitan dengan konsep tersebut. Mereka ingin nama tur memiliki hubungan langsung dengan materi dan pengalaman yang akan diberikan kepada penonton.
“Karena tur ini membawakan lagu-lagu dari side B kita yang mungkin memang jarang banget atau mungkin nggak pernah dibawakan ke panggung-panggung yang biasa kita lakukan,” tuturnya.
Tur ini akan dimulai di Yogyakarta pada 5 Desember 2026, kemudian berlanjut ke Bandung pada 12 Desember 2026, sebelum ditutup di Jakarta pada 19 Desember 2026 di Senayan Park. Secara keseluruhan, Anomali Tour 2026 menargetkan sekitar 4.500 penonton dari tiga kota.
Tak hanya mengandalkan perubahan setlist, rumahsakit juga menyiapkan sejumlah format pertunjukan yang berbeda. Salah satunya adalah konser orkestra mini, kolaborasi spesial dengan musisi berbeda di setiap kota, serta konsep Side A & Side B dalam rangkaian setlist.
Konsep tersebut kemudian dibahas melalui Anomali Experience dan jamming session bersama Ruang Pasien. Sejumlah penggemar nantinya memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan bermain musik secara langsung bersama rumahsakit.
Interaksi dengan penonton juga menjadi bagian dari konsep tur melalui instalasi “Wall of Hope”. Melalui instalasi tersebut, penonton dapat menuliskan pesan harapan yang kemudian divisualisasikan secara real time melalui layar LED selama konser berlangsung.
Bagi rumahsakit, Anomali Tour 2026 bukan semata-mata tentang memainkan lagu yang jarang terdengar. Tur ini menjadi ruang untuk mempertemukan kembali lagu dengan pendengar yang mungkin memiliki kenangan pribadi terhadap karya tersebut.
“Setiap masa ada lagunya, setiap lagu ada masanya.”
Kalimat tersebut menjadi salah satu benang merah Anomali Tour 2026. Lagu yang tidak selalu menjadi hit atau paling sering dimainkan tetap memiliki cerita dan tempat tersendiri bagi pendengarnya.
Melalui tur ini, rumahsakit ingin memberikan kesempatan kepada lagu-lagu yang selama ini berada di balik layar untuk kembali mendapatkan ruang di atas panggung.
Dengan format yang lebih panjang dan leluasa, Anomali Tour 2026 sekaligus menjadi perjalanan untuk melihat kembali katalog rumahsakit dari sisi yang berbeda—dari lagu-lagu yang sudah dikenal luas hingga Hidden Gems yang selama ini menunggu untuk kembali dimainkan.












