JAKARTA|| Radarpost.id,
Cahaya ratusan obor menerangi ruas-ruas jalan di kawasan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur, Senin (15/6/2026) malam. Warga RW 05 tumpah ruah mengikuti Semarak Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Tradisi tahunan yang sarat nilai religius tersebut menjadi simbol semangat hijrah, kebersamaan, dan penguatan ikatan sosial di tengah masyarakat perkotaan.
Sejak usai shalat Isya, warga mulai berdatangan ke Sekretariat RW 05 Utan Kayu Selatan yang menjadi titik kumpul kegiatan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias membawa obor dan perlengkapan pawai.

Suasana malam yang hangat dipenuhi lantunan shalawat serta gema takbir yang mengiringi langkah para peserta.
Mengusung tema “Menyala dalam Iman, Berjalan dalam Keberkahan”, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus pengingat akan makna hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai tonggak penting dalam sejarah peradaban Islam.
Ketua RW 05 Utan Kayu Selatan, Sartono, yang hadir langsung dalam kegiatan itu, menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

“Dalam momentum 1 Muharam ini, mari kita jadikan semangat hijrah sebagai dorongan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, dan membangun lingkungan yang harmonis.
Kebersamaan yang kita tunjukkan malam ini adalah modal sosial yang sangat penting bagi kemajuan wilayah,” ujar Sartono dalam sambutannya sebelum pelepasan peserta pawai.
Kegiatan tersebut juga dihadiri para Ketua RT se-RW 05 yang turut mendampingi jalannya acara. Kehadiran para pengurus wilayah menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi keagamaan yang telah lama tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Bagi warga, pawai obor bukan hanya tradisi menyambut pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan.
Sepanjang perjalanan, peserta melintasi sejumlah ruas jalan lingkungan, antara lain Jalan Asged II, Jalan Asged Timur, Jalan Asged Utara, Jalan Galur Sari Timur, Jalan Kramat Asem Raya, Jalan By Pass, Jalan Asged I, hingga kembali ke titik akhir di kawasan Asged Timur. Warga yang berada di sepanjang rute tampak menyambut rombongan dengan antusias.
Banyak orang tua memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana mengenalkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak dini. Di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tradisi pawai obor dinilai tetap relevan karena mampu menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus memperkuat identitas sosial masyarakat.
Selain sebagai bentuk syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi cerminan semangat gotong royong warga. Persiapan acara dilakukan secara swadaya dengan melibatkan unsur RT, RW, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat setempat.
Malam itu, cahaya obor yang berbaris panjang di sepanjang jalan seakan menjadi simbol harapan baru bagi warga RW 05 Utan Kayu Selatan. Harapan agar tahun baru Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi lingkungan mereka.
Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang semakin individualistis, semarak pawai obor yang digelar warga RW 05 menunjukkan bahwa nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong masih hidup dan terus dijaga.

Melalui momentum 1 Muharam 1448 Hijriah, masyarakat diajak tidak hanya mengenang peristiwa hijrah, tetapi juga mengaktualisasikan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.













