Jakarta|| Radarpost.id
Gubernur Sherly Tjoanda meraih dua penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas capaian kinerja Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menekan angka pengangguran hingga stunting.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap program-program pemerintah daerah yang dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan pengelolaan daerah.
Dalam pernyataannya melalui akun Instagram pribadi, Sherly menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Maluku Utara yang turut berkontribusi terhadap capaian tersebut.
“Terima kasih atas kinerja baiknya Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Utara, Morotai, dan Kota Ternate serta tim Pemprov Malut dalam penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting,” tulis Sherly, Kamis (21/5/2026).
Selain itu, Sherly juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan jajaran Pemprov Maluku Utara atas keberhasilan menekan tingkat pengangguran.
“Apresiasi juga untuk Kota Tidore dan tim Pemprov Maluku Utara atas kinerja baiknya penurunan tingkat pengangguran,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Kabupaten Halmahera Selatan juga disebut mendapat apresiasi dalam kategori creative financing atau pengelolaan pembiayaan daerah secara kreatif.
Sherly berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah di Maluku Utara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan daerah.
“Semoga kinerja baik ini semakin ditingkatkan. Good job everyone,” ujar Sherly.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga tengah menyiapkan sejumlah program strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2026, termasuk rencana distribusi 100 ekor sapi ke berbagai wilayah.
Sherly sebelumnya juga menyoroti tingginya ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan beras masih dipasok dari luar wilayah.
Selain itu, Maluku Utara juga belum memiliki produksi mandiri untuk komoditas ayam potong dan telur. Karena itu, Pemprov Maluku Utara mulai menjajaki kerja sama dengan investor untuk pengembangan lahan peternakan seluas 5 hingga 10 hektare.
Pemerintah daerah menargetkan pada 2026 Maluku Utara sudah memiliki peternakan ayam petelur sendiri guna menekan harga telur yang saat ini disebut lebih mahal hingga 50 persen dibandingkan Pulau Jawa dan Sulawesi.
“Kami juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan pemenuhan kuota stok Minyak Kita yang seharusnya 600 ribu liter, namun saat ini baru tersedia 100 ribu liter di gudang,” kata Sherly.













