KotaBogor||RadarPost.id
Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Namun, realitas menunjukkan masih banyak anak, remaja, hingga masyarakat yang harus menghentikan pendidikan karena keterbatasan ekonomi, tuntutan pekerjaan, maupun berbagai persoalan sosial lainnya.
Berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, TAPSSAM Indonesia (The Art of Public Speaking, Storytelling with Acting Method) menghadirkan program TAPSSAM Goes to School di PKBM Al Jauhar, Cimahpar, Kota Bogor,(27/07/26).
Program ini memberikan pelatihan public speaking, storytelling, teknik vokal, pengembangan karakter, dan peningkatan kepercayaan diri kepada warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, peserta tidak hanya dilatih untuk berani berbicara di depan umum, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan secara efektif, berpikir kritis, berkolaborasi, serta membangun karakter sebagai bekal menghadapi dunia pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Di balik ruang-ruang belajar PKBM Al Jauhar tersimpan banyak kisah perjuangan. Sebagian warga belajar pernah putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, sebagian lainnya harus bekerja sejak usia muda untuk membantu keluarga, bahkan ada yang sempat menunda pendidikan karena berbagai kondisi kehidupan. Namun, mereka memiliki satu tekad yang sama, yakni kembali belajar demi meraih masa depan yang lebih baik.
Pendiri TAPSSAM Indonesia, R. Rama Sastra Negara, S.Sn., mengatakan bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
“Kami percaya bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan. Tidak boleh ada mimpi yang berhenti hanya karena keadaan. Melalui TAPSSAM Goes to School, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang bukan hanya mengembangkan kemampuan berbicara, tetapi juga menumbuhkan karakter, keberanian, kreativitas, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Rama Sastra Negara.»
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga percaya diri, adaptif, serta mampu menyampaikan ide dan gagasannya kepada masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Kepala PKBM Al Jauhar, Upi Muzdalifah, yang menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar baru bagi para peserta didik di lingkungan pendidikan nonformal.
PKBM Al Jauhar yang telah berdiri sejak tahun 2005 hingga kini telah meluluskan ribuan warga belajar dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi melalui Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
“Awalnya saya penasaran seperti apa kegiatan ini. Namun setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, ternyata luar biasa. Anak-anak kami mendapatkan pengalaman baru yang selama ini belum pernah mereka rasakan, terutama dalam belajar storytelling dan public speaking,” ujar UPi Muzdalifah.
Ia menilai metode pembelajaran yang digunakan TAPSSAM mampu membangkitkan keberanian peserta didik untuk tampil di depan umum sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi.
“Anak-anak belajar bagaimana berbicara dengan percaya diri, menyampaikan pesan secara jelas kepada audiens, serta melatih vokal, intonasi, dan ekspresi. Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan semakin menumbuhkan rasa percaya diri mereka,” katanya.
Utimus berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga belajar pendidikan nonformal memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Belajar bukan hanya tentang mata pelajaran. Anak-anak juga perlu belajar membangun karakter, keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan kepemimpinan. Bekal inilah yang akan sangat mereka butuhkan saat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” ungkapnya.»
Program TAPSSAM Goes to School merupakan gerakan edukasi yang berkomitmen menjangkau sekolah, PKBM, komunitas belajar, hingga berbagai ruang pendidikan di Indonesia. Melalui perpaduan public speaking, storytelling, seni peran, dan pendidikan karakter, TAPSSAM mendorong lahirnya generasi yang percaya diri, kreatif, komunikatif, dan berdaya saing.
Kolaborasi bersama PKBM Al Jauhar menjadi bukti bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia, latar belakang, maupun kondisi ekonomi. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Sebab pendidikan bukan sekadar hak, melainkan harapan. Dan memastikan harapan itu tetap hidup adalah tanggung jawab kita bersama.
Tentang TAPSSAM Indonesia
TAPSSAM (The Art of Public Speaking, Storytelling with Acting Method) merupakan metode pembelajaran komunikasi yang mengintegrasikan public speaking, storytelling, teknik akting, dan pengembangan karakter. Program ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, serta kecakapan sosial peserta didik melalui pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan aplikatif.
Kontak Media
TAPSSAM Indonesia
Instagram: @tapssamindonesia













