Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

The 11th IIGCE 2025 Resmi Dibuka, Indonesia Perkuat Posisi Menuju Produsen Geothermal Terbesar Dunia

banner 120x600

||JAKARTA ||RADARPOST.ID ||  — The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 resmi dibuka hari ini dengan kehadiran tokoh-tokoh kunci di sektor energi terbarukan. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Ibu Eniya Listiani Dewi; Presiden Indonesia Geothermal Association (INAGA), Bapak Julfi Hadi; serta Ketua Panitia Pelaksana IIGCE 2025, Bapak Ismoyo Argo.

Pelaksana The 11th IIGGE 2025

Dalam sesi konferensi pers, Ibu Eniya menyampaikan target ambisius Indonesia untuk melampaui Amerika Serikat dalam kapasitas pembangkitan energi panas bumi. “Kami menargetkan kapasitas terpasang panas bumi Indonesia mencapai 5.000 MW pada tahun 2030. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjadi pemimpin global dalam energi bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Eniya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, pemetaan potensi yang presisi, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan. “Setiap dolar investasi di sektor panas bumi memiliki multiplier effect yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, sehingga pengembangan ini harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan,” tambahnya.

Ketua Panitia IIGCE 2025, Ismoyo Argo, menjelaskan bahwa tahun ini IIGCE hadir dengan pendekatan yang lebih inklusif. “Kami membuka ruang dialog lintas sektor, memperluas edukasi kepada generasi muda, serta menampilkan teknologi geothermal terbaru yang diharapkan dapat mempercepat pengembangan energi bersih di tanah air,” katanya.

Presiden INAGA, Julfi Hadi, menyampaikan optimisme terhadap potensi geothermal Indonesia. “Dengan kapasitas terpasang saat ini sekitar 2.300 MW dan proyek-proyek baru yang sedang berjalan, kami yakin dapat mencapai 5.234 MW dalam beberapa tahun ke depan, menjadikan Indonesia produsen panas bumi terbesar di dunia sebelum 2030,” jelasnya.

IIGCE 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi percepatan transisi energi nasional dan peningkatan daya saing sektor energi terbarukan Indonesia di kancah global.