Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Viral Penumpang Diturunkan karena Bau Badan, Warga Minta TransJakarta Lebih Humanis

Sejumlah pengguna setia TransJakarta menilai kenyamanan seluruh penumpang memang penting, namun penanganan oleh petugas juga harus tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.(Foto:elin)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Viral video penumpang yang diturunkan dari bus TransJakarta karena diduga memiliki bau badan memicu beragam respons dari masyarakat. Sejumlah pengguna setia TransJakarta menilai kenyamanan seluruh penumpang memang penting, namun penanganan oleh petugas juga harus tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

Neneng (45), seorang pekerja swasta yang setiap hari menggunakan TransJakarta, mengatakan petugas seharusnya menangani situasi seperti itu secara profesional tanpa membuat penumpang merasa dipermalukan di depan umum.

“Kalau memang ada penumpang yang mengganggu kenyamanan karena bau badan, menurut saya petugas tetap harus menanganinya dengan cara yang profesional. Jangan sampai membuat orang itu merasa dipermalukan di depan penumpang lain,” kata Lidia saat ditemui, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, petugas bisa mengajak penumpang berbicara secara baik-baik di area yang lebih tertutup. Dengan begitu, persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan stigma atau mempermalukan pihak tertentu.

Pendapat serupa disampaikan Randi (29), pekerja swasta di Jakarta Barat. Ia menilai PT TransJakarta perlu memiliki prosedur yang lebih jelas dalam menghadapi kasus semacam ini.

“Jangan gagap dan langsung membentak. Kalau memang harus diturunkan karena ada keluhan penumpang lain, petugas juga harus memberikan solusi,” ujarnya.

Rama mencontohkan, petugas dapat membantu penumpang tersebut mendapatkan transportasi lain atau memastikan ia tetap bisa melanjutkan perjalanan dengan aman.

“Jadi benar-benar win-win solution. Menurut saya, TransJakarta masih terlihat gagap menangani kasus seperti ini,” tambahnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah video seorang penumpang yang diminta turun dari bus karena diduga mengeluarkan bau badan beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut memunculkan perdebatan mengenai batas antara menjaga kenyamanan penumpang dan menghormati hak serta martabat setiap individu.

Sebelumnya, pihak TransJakarta telah menyampaikan permintaan maaf atas penanganan insiden tersebut. Perusahaan juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap prosedur pelayanan agar kejadian serupa dapat ditangani dengan lebih baik di masa mendatang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayanan transportasi publik tidak hanya dituntut memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna, tetapi juga harus mengedepankan empati, profesionalisme, dan penghormatan terhadap setiap penumpang.