Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Wakil Walikota Depok: PAM 54 KORPRI Depok 1st Outdoor Festival 2026 Ajak Fokus Edukasi Lingkungan Bersih dari Sampah

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah membuka kegiatan Depok 1sr Outdoor Festival, di Depok Open Space (DOS), Kota Depok Jumat (9/1/2025).

“Salam semangat, salam hormat dari Bapak Walikota Supian Suri kepada hadirin semua. Atas nama Pemerintah Kota Depok, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Depok first outdoor festival 2026 yang inisiasi oleh Pencinta Alam Margonda (PAM) 54 Korpri Depok,” kata Chandra.

Chandra mengatakan, ini adalah salah satu komunitas dari 14 komunitas Indonesia yang ada di ASN Kota Depok dan alhamdulillah, komunitas pecinta alam ini adalah komunitas yang aktif juga pada kegiatan.

Kegiatan luar ruangan ini, ulas Chandra, merupakan ruang positif yang mempertemukan semangat olahraga, kepedulian terhadap lingkungan, gaya hidup sehat serta kebersamaan masyarakat kota Depok.

“Festival ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif, akan pentingnya menjaga alam, meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat solidaritas sosial,” unggahnya.

Nilai-nilai tersebut, tandasnya, sejalan dengan arah pembangunan kota Depok yang mengedepankan keberlanjutan partisipasi masyarakat dan kualitas ruang publik, guna mewujudkan kota yang maju.

Chandra menegaskan, Pemerintah Kota Depok pastinya akan terus berkomitmen menghadirkan ruang-ruang aktivitas publik yang inklusif dan produktif, seperti Depok open space sebagai wadah interaksi kreativitas dan ekspresi positif masyarakat.

Wakil Walikota Depok Chandra Hermansyah (kanan) saat membuka acara Depok Ist Autsdoor festival dan Ketua Umum PAM 54 Korpri Kota Depok Ringgi Prianto (kiri).
Kegiatan seperti Depok first of the festival ini menjadi contohnya, bagaimana ruang publik dimanfaatkan secara sehat, edukatif dan membangun kebersamaan.

“Memasuki awal tahun 2026 ini, saya mengajak seluruh masyarakat menjadikan festival ini sebagai momentum memperkuat semangat hidup aktif, peduli lingkungan serta rasa memiliki terhadap Kota Depok,” ajaknya.

Semangat ini, sambungnya, selaras dengan Visi kota saat ini, yakni bersama Depok maju yang menempatkan kualitas hidup masyarakat, sebagai bagian penting dari pembangunan.

Oleh karenanya, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian terhadap alam serta kolaborasi antara pemerintah komunitas dan masyarakat yang tercermin dalam kegiatan ini, merupakan bentuk kontribusi nyata.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh panitia, relawan serta pihak-pihak yang telah berkontribusi, semoga Depok first outdoor festival dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan memberikan manfaat, bagi seluruh peserta serta masyarakat kota Depok,” harapnya.

Menurut Chandra, momentum ini bisa membangkitkan terus kesadaran semua, untuk melestarikan lingkungan hidup.

“Dimana lingkungan adalah tempat kita hidup sehari-hari, tempat bumi berkelanjutan, di sinilah kita berkewajiban untuk melestarikannya,” desaknya.

Hari ini, tuturnya, sedang menghadapi yang namanya perubahan iklim. Oleh karenanya harus bersiap menghadapi perubahan iklim dengan cara adaptif dan juga mitigasi.

Beradaptasi adalah bagaimana melestarikan dan menjaga lingkungan tersebut, menjaga lingkungan dari sampah, menjaga lingkungan dari kerusakan, dari komponen yang ditebang, dari saluran-saluran yang dirusak dari bangunan-bangunan pembangunan yang asal-asalan.

“Mari kita jaga Kota kita, karena dengan kita jaga lingkungan kota kita, maka masyarakat pasti akan hidup sehat dan juga bisa produktif,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Umum PAM 54 Korpri Kota Depok, Ringgi Prianto mengungkapkan bahwa konsep edukasi yang dibawa tidak hanya bersifat teori, tetapi didasari oleh aksi nyata yang telah dibuktikan di lapangan.

“Awalnya pada 13 Desember 2025 lalu, panitia bersama para relawan telah melaksanakan aksi bersih-bersih di jalur pendakian Cibodas menuju Curug Cibeureum, Gunung Gede. Hasilnya cukup mengejutkan, tim berhasil mengangkut total 94 kg sampah dari kawasan konservasi tersebut,” ujar Ringgi saat dikonfirmasi.

“Disinilah muncul gagasan dari teman-teman bikin acara, iya tentunya kita harus lingkungan bersih, tidak tercemar limbah atau sampah sampah dari berbagai pencemaran lingkungan,” tambahnya.

Ringgi menambahkan bahwa persiapan untuk festival ini telah dilakukan secara matang selama kurang lebih dua bulan. Kekuatan utama acara ini terletak pada sinergi antar komunitas dan akademisi.

Pendiri PAM 54 KORPRI Kota Depok Opan Irwanto (kanan) bersama Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok Utang Wardaya. (foto.adm).
“Persiapan kegiatan ini lebih kurang 2 bulan dengan partisipasi dari kami Pencinta Alam Margonda 54 (PAM 54) Korpri kota Depok kolaborasi dengan Mapala Universitas Indonesia, Mapala Universitas Gunadarma, Mapala Universitas PNJ dan Mapala Universitas Pamulang,” kata Tinggi.

Melalui festival ini, Pam 54 Korpri kota Depok ingin menanamkan kesadaran ekologis yang mendalam kepada seluruh pengunjung melalui pesan moral yang kuat.

“Pesan dari PAM 54 sesuai tag line ‘Gunung Bersih, Bumi Asih’ tahun 2026 adalah apabila kita merawat, menjaga dan melestarikan gunung baik hutan dan sungainya dengan tidak membuang sampah sembarangan maka Bumi akan makin sayang dengan alam dan isinya,” tegas Ringgi.

Depok 1st Outdoor Festival 2026 diharapkan menjadi pionir bagi kegiatan luar ruang di Kota Depok yang mengedepankan sisi edukasi.

“Kita juga akan hadirkan narasumber terkemuka dalam acara talkshow dan ada penampilan Guest terkemuka,” imbuhnya.

Dengan adanya acara ini diharapkan para pegiat alam tidak hanya sekadar menikmati keindahan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian bumi. (**).