Depok || Radarpost.id
Sejumlah anak-anak penyandang disabilitas menunjukkan bakat dan kepercayaan diri mereka dalam sebuah fashion show yang digelar untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional tingkat Kota Depok 2025. Menghadirkan penampilan memukau yang menggetarkan hati para penonton diruangan.
Kembali menjadi momen penting untuk menyoroti pentingnya hak inklusi dan kesetaraan, dengan semangat berbagi dan peduli berbagai acara digelar penuh makna untuk merayakan hari istimewa ini.

Sejumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) menampilkan kelihaian melenggang di atas catwalk. Mereka menjadi bintang pagi itu, Jeritan hati Disabilitas membuat fashion show ini menjadi menarik.
Anak anak penyandang disabilitas menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan publik, yang berlangsung di Gedung Baleka II, komplek Balaikota Depok, Kamis (18/12/2025).
Fitri dari Pendamping penyandang distibilitas Indonesia menuturkan bahwa, penampilan anak-anak disabilitas ada peragaan busana baju Nusantara.
Seperti Anisa dan Balit, yang merupakan penyandang disabilitas fisik, dengan percaya diri berjalan di catwalk, menunjukkan bakat mereka kayak model profesional.

Penampilan mereka semakin memikat dengan balutan busana nusantara dari Daerah Bali dan aksesoris yang menarik, seperti Aby pakai baju adat Papua, Zia rubi Adzra dan Azam berbaju adat nusantara.
Seluruh karya itu ditampilkan sebagai bentuk ekspresi kreativitas dan keberanian bagi anak anak Disabilitas.
Para peserta tidak hanya berjalan di atas panggung mengenakan busana hasil kreasi, tetapi juga memamerkan berbagai karya buatan mereka sendiri dengan desain orisinal.
“Peringatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Depok dr. Devi Mayori, mengatakan, peringatan HDI setiap tahun menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu disabilitas.

Tahun ini, acara tersebut kembali menegaskan pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, serta mendorong terciptanya kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurut dr. Devi Mayori, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk berkarya dan berprestasi, sekaligus menginspirasi masyarakat luas mengenai pentingnya menghargai keberagaman. (**).













