Depok || Radarpost.id
Atlet Lifter terbaik, asal Kota Depok, Jawa Barat, dia adalah Nurhasanah (39) tahun ini. Sebelum Jadi Atlet Angkat Besi, Nurhasanah dari kecil sempat punya cita-cita ingin menjadi Polisi Wanita (Polwan).
Ketika itu belum benar-benar mantap memilih angkat besi sebagai jalan kariernya sampai berusia belasan tahun. Saat itu dirinya sedang menempuh pendidikan SMP, sebelum akhirnya mantap memilih atlet sebagai jalan hidupnya.
Menjadi Pelatih saat itu melihat adanya potensi saat itu di olahraga angkat besi. Hal itu pula yang mengurungkan niat orang tua untuk melanjutkan sekolah di Polwan.
“Saya tidak pernah mencoba olahraga yang lain, niatnya ingin jadi Polwan. Cuma dari kecil tidak menyangka jadi atlet angkat besi, awalnya hanya ikut saudara saya,” cerita Nurhasanah dalam wawancara eksklusifnya bersama radarpost.id, Senin (29/12/2025).
Wanita yang lahir di Subang pada, 7 Februari 1986 adalah seorang Atlet Angkat besil yang telah banyak menyumbang penghargaan kepada Jawa Barat dan Kota Depok. Itulah Kisah perjalanannya dan sederet prestasi bahkan nasional yang pernah diraih sejak SM.
Nurhasanah nama sapaanya, yang saat menjadi ASN di lingkungan Pemeringah Kota Depok ini, banyak memperoleh penghargaan Kejurbar Jawa Barat di Bandung 2004, Mendali Emas, Kelas 53 Kg bahkan sejumlah prestasi yang sempat Nurhasanah raih.

Kejurnas di Indramayu tahun 2001, kelas 48 Kg Mendali Perunggu. Kejurbar Jawa Barat di Bandung tahun 2002, kelas 48 Kg Mendali Perak.
Kejurnas di Indramayu tahun 2003, kelas 48 Kg Mendali Perak. Kejurbar Jawa Barat di Bandung 2004, Kelas 53 Kg Mendali Emas. dan Kejurbar Jawa Barat di Bandung 2005, Kelas 53 Kg Mendali Perak.

Kebanggaan Nurhasanah, orang tua dan Masyarakat Kota Depok berlanjut, ketika Nurhasanah berhasil meraih mendali emas untuk angkat berat pada Porda Karawang tahun 2006, kelas 53 Kg Mendali Perak dan Porda Kalimatan Timur Tahun 2007 48 Kg Mendali Emas.
“Alhamdulillah senang banget rasanya, di umur 19 tahun sudah ikut porda pertama kalinya, bisa nyumbangin medali juga. Selain dapat medali, lebih senang lagi ada bonusnya lumayan juga, jadi makin semangat latihannya waktu itu,” ceritanya.
Nurhasanah yang saat tinggal di jalan Cahaya titis Rt 04 / RW 02 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok mengungkapkan, perolehan penghargaan mendali perak, perunggu hingga emas yang selama ini didapat, merupakan berkat Atensi Doa dan dukungan orang tuanya selama ini.

“Bahkan, tadinya sempat di SMP ditanya pelatih ini bagaimana kedepannya, tidak boleh keluar karena soalnya ada potensi. Akhirnya orang tua dan saya milih ke angkat besi aja dan tidak jadi Polwan,” tegas Nurhasanah.
Saai itu Nurhasanah, sedang menjalani latihan rutin karena ada ynag melihat bahwa ada potensi untuk berlaga di tingkat Porda Jawa Barat dan dipanggil untuk ikuti seleksi waktu itu.
“Waktu itu saya masih kelas 2 SMP, diajak saudara saya ke latihan teknik dasar angkat besi. Kebetulan liburan sekolah, saya tiap hari ikut latihan, eehh malah ketagihan ikut latihan,” Cerita Nurhasanah, ngenang saat saat pertama kali mengenal olahraga angkat besi di Subang.

Keputusan memilih atlet angkat besi sebagai jalan hidup tak akan disesali Nurhasanah. Lifter yang kini berusia 39 tahun itu memutuskan untuk melanjutkan menjadi pelatih.
Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak Walikota Depok H. Supian Suri, Ketua dan Pengurus Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Depok, Disporyata, Ketua KONI Kota Depok, dan para Atletnya atas kepercayaan dan perhatian yang di berikan kepada nya.
“Alhamdulillah, semua itu berkat dukungan yang luar biasa dan motivasi kepada saya, dan saya akan memberikan terbaik untuk Kota Depok,” ucap Nur sambil senyum. (**).













