Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Kemenhaj Perkuat Mitigasi Penyelenggaraan Haji di Tengah Ketidakpastian Global

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menghadapi meningkatnya kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji di tengah dinamika global yang tidak menentu.(Dok istimewa)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menghadapi meningkatnya kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kemenhaj, Afief Mundzir, mengatakan tantangan penyelenggaraan haji saat ini semakin beragam, mulai dari aspek kesehatan, keselamatan jemaah, hingga dampak perubahan iklim dan kondisi geopolitik global.

Hal itu disampaikan Afief dalam kegiatan Studium General dan pelantikan Pusat Studi Haji dan Umrah (PSHU) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (13/4).

“Penguatan jejaring global menjadi kunci penting dalam mitigasi penyelenggaraan haji. Kita tidak bisa bekerja sendiri menghadapi kompleksitas ini,” kata Afief.

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak agar pemerintah mampu merespons dinamika global secara cepat dan tepat. Dalam hal ini, peran perguruan tinggi dinilai strategis, terutama dalam mendukung riset, analisis kebijakan, serta penyusunan solusi yang aplikatif.

Ia berharap keberadaan PSHU tidak hanya berfungsi sebagai pusat kajian, tetapi juga menjadi laboratorium penelitian yang mampu menjembatani kebutuhan antara teori dan praktik penyelenggaraan haji di lapangan.

Selain itu, Kemenhaj juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Afief menegaskan pihaknya tengah menyiapkan SDM yang adaptif dan profesional agar mampu menghadapi berbagai tantangan global.

“Kita sedang menyiapkan SDM yang adaptif dan profesional agar mampu merespons dinamika global dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Di tengah berbagai wacana yang berkembang di masyarakat, Kemenhaj memastikan sistem antrean haji nasional tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.

“Kami pastikan sistem antrean tetap berjalan dengan baik dan tidak terganggu,” katanya.

Kegiatan Studium General dan pelantikan PSHU tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan akademik dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi berbasis riset yang relevan dengan tantangan global.