Jakarta|| Radarpost.id
Suasana hangat penuh nostalgia mewarnai acara halal bihalal musisi senior yang digelar di Hotel Golden Boutique Kemayoran, Senin (27/4). Kegiatan yang diinisiasi oleh Wahyu WHL ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang temu para pelaku industri musik era 1980–1990-an.
Acara tersebut dihadiri sejumlah musisi legendaris, di antaranya Obbie Messakh, Maxie Mamiri, Amin Ivos, serta Hermes Sihombing. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan yang telah terjalin puluhan tahun di industri musik Tanah Air.
Wahyu WHL mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjaga silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali semangat kebersamaan di antara para seniman. “Ini bukan sekadar reuni, tetapi juga ruang untuk saling berbagi cerita dan pengalaman,” ujarnya.
Salah satu sorotan datang dari pencipta lagu legendaris Tenda Biru yang dipopulerkan Desy Ratnasari. Ia menyebut momen ini sebagai simbol toleransi dan saling menghargai yang telah lama terbangun di kalangan musisi.
Dalam kesempatan itu, Obbie Messakh menekankan pentingnya forum seperti ini sebagai wadah diskusi mengenai tantangan yang dihadapi musisi saat ini, termasuk persoalan royalti di tengah perubahan industri musik digital.
“Pertemuan seperti ini penting, tidak hanya untuk menjaga persaudaraan, tetapi juga membicarakan isu-isu yang masih menjadi perjuangan bersama,” kata Obbie.
Acara semakin semarak saat para musisi menampilkan karya-karya mereka. Obbie Messakh membawakan lagu Kisah Kasih di Sekolah dan Sakit Gigi yang mengundang peserta bernyanyi bersama. Ria Resty Fauzi turut menghadirkan suasana haru lewat Sepatu dari Kulit Rusa, sementara Ade Putra membawakan Si Jantung Hati.
Momen paling mencuri perhatian datang dari Amin Ivos. Di usia 83 tahun, ia tampil enerjik membawakan lagu Suspicious Minds yang dipopulerkan Elvis Presley. Penampilannya mendapat apresiasi dari para tamu yang hadir.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa karya musik lintas generasi tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Selain itu, acara tersebut juga memperlihatkan bahwa semangat berkarya para musisi senior tetap terjaga, meski industri musik terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, para pelaku seni berharap dapat terus menjaga eksistensi karya sekaligus memperjuangkan hak-hak musisi di era digital.













