Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pendidikan Koperasi Masuk Madrasah di Jateng, Menag: Tanamkan Gotong Royong Sejak Dini

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.( Istimewa)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian yang akan diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI hingga SMA/SMK/MA dan SLB.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Menteri Agama Nasaruddin Umar karena dinilai sejalan dengan nilai pendidikan karakter dan ajaran keagamaan.

Peluncuran program berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (5/6/2026). Hadir dalam acara tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 6,38 juta peserta didik di Jawa Tengah dan menjadi langkah awal penguatan pendidikan ekonomi berbasis gotong royong di lingkungan sekolah dan madrasah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pendidikan koperasi memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keagamaan, khususnya dalam membangun semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kemandirian ekonomi.

“Kementerian Agama bersama seluruh lembaga pendidikannya siap mendukung gagasan cerdas yang dimunculkan oleh Gubernur Jawa Tengah,” ujar Nasaruddin Umar.

Menurutnya, pengenalan koperasi sejak dini dapat menjadi media pembelajaran karakter bagi generasi muda. Tidak hanya memahami konsep ekonomi, siswa juga diajak belajar tanggung jawab, kerja sama, hingga semangat gotong royong.

Ia menilai pendidikan koperasi di madrasah dapat menjadi pondasi penting dalam membangun generasi yang kuat secara moral sekaligus mandiri secara ekonomi.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai terobosan besar dalam menghidupkan kembali ekonomi Pancasila melalui dunia pendidikan.

“Saya mengucapkan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Gubernur Jawa Tengah, yang hari ini telah melahirkan sejarah,” kata Ferry.

Menurut Ferry, pendidikan koperasi tidak boleh hanya menjadi teori, tetapi harus menjadi budaya baru di lingkungan sekolah. Dengan demikian, para siswa nantinya tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan kepedulian terhadap kesejahteraan bersama.

Program Insersi Pendidikan Perkoperasian ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang mampu bekerja sama, memahami ekonomi kerakyatan, serta memiliki daya saing di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab beserta jajaran, Kabag TU, hingga Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Tengah.