Jakarta // Radarpost.id
Ada suasana berbeda di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026). Anak-anak terlihat lebih leluasa bermain dan berinteraksi saat mengunjungi orang tuanya yang sedang menjalani masa pidana.
Lapas Cipinang memang menghadirkan layanan kunjungan khusus anak pada hari libur. Program ini dibuat agar pertemuan antara Warga Binaan dan buah hati berlangsung lebih nyaman, aman, sekaligus ramah bagi anak.
Bukan sekadar bertemu dan berbincang, anak-anak juga diberi ruang untuk bermain bersama teman seusianya. Suasana tersebut membuat salah seorang Warga Binaan berinisial HNS tak kuasa menahan haru.
HNS mengaku bahagia melihat anaknya bisa berlari dan bermain bersama anak-anak lain. Baginya, momen sederhana itu menjadi sesuatu yang sangat dirindukan selama menjalani masa pembinaan di balik jeruji besi.
“Yang membuat saya terharu bukan hanya bisa bertemu anak, tetapi melihat dia bisa bermain, berlari, dan bertemu teman seusianya. Momen sederhana seperti ini sangat saya rindukan sebagai orang tua selama berada di sini,” ujar HNS.
Menurut HNS, selama mengikuti kunjungan reguler, dirinya terkadang merasa khawatir membawa anak. Pasalnya, suasana kunjungan umumnya didominasi orang dewasa sehingga ada interaksi yang dinilai belum tentu sesuai untuk disaksikan anak-anak.
Namun, kekhawatiran tersebut sedikit teratasi dengan adanya kunjungan khusus anak.
“Kalau kunjungan biasa, sebagai orang tua kadang ada kekhawatiran karena anak bisa melihat interaksi orang dewasa yang belum tentu pantas untuk usianya. Hari ini saya lebih tenang,” katanya.
Ia menambahkan, layanan tersebut membuat dirinya bisa lebih menikmati waktu bersama anak.
“Anak saya bisa menikmati waktunya sebagai anak-anak, sementara saya bisa benar-benar menikmati peran sebagai ayah ketika bertemu dengannya,” lanjut HNS.
Meski mengedepankan suasana ramah anak, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Sebelum layanan dimulai, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas I Cipinang Fajar Teguh Wibowo mengecek kesiapan petugas.
Fajar mengatakan petugas harus mampu menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan yang humanis kepada keluarga Warga Binaan.
“Pesan Bapak Kalapas, Dr. Syarpani, kepada kami sangat jelas: petugas harus sigap dalam pengamanan, tetapi tetap melayani dengan hati,” ungkap Fajar.
Terlebih, kata dia, pengunjung pada layanan tersebut merupakan anak-anak yang membutuhkan suasana aman dan nyaman saat bertemu orang tuanya.
“Mereka harus merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman yang baik ketika bertemu orang tuanya,” sambungnya.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang Dr. Syarpani mengatakan seseorang yang sedang menjalani pidana tetap memiliki peran sebagai orang tua.
Menurutnya, hubungan antara Warga Binaan dengan keluarga harus tetap dijaga selama proses pembinaan. Terlebih, keberadaan keluarga dapat menjadi salah satu sumber motivasi bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri.
“Anak tidak boleh kehilangan ruang untuk mendapatkan kasih sayang orang tuanya hanya karena orang tuanya sedang menjalani masa pidana,” kata Syarpani.
Dia menegaskan, Lapas Cipinang ingin memastikan hubungan antara orang tua dan anak tetap tumbuh secara sehat.
“Yang ingin kita jaga adalah hubungan keluarga itu tetap tumbuh secara sehat. Saya berharap pertemuan seperti ini menjadi energi bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri sekaligus meninggalkan pengalaman yang baik bagi anak-anak mereka,” ujarnya.
Melalui layanan kunjungan khusus anak ini, Lapas Cipinang berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya mengutamakan prosedur dan keamanan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis anak serta menjaga hubungan emosional antara Warga Binaan dengan keluarganya.
Dengan begitu, proses pembinaan di dalam Lapas diharapkan tidak memutus ikatan keluarga, tetapi justru menjadi bagian dari perjalanan Warga Binaan untuk kembali menjalankan peran di tengah keluarga dan masyarakat.












