Depok || Radarpost.id
Pemerintah Kota Depok bersama Forkopimda menggelar Do’a Bersama untuk Damai dan Kondusif dengan lintas Agama, Puluhan anggota perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan tokoh masyarakat, serta Pejabat Pemerintah, TNI dan Polri Kota Depok.
Do’a Bersama berlangsung di Depok Baleka lantai 10 Balaikota pada Senin (1/09/2025) pagi.
Do’a ini diikuti Walikota Depok, H. Supian Suri, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras dan Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Iman Widhiarto, Anggota DPRD sekaligus Ketua PSI Kota Depok Binton Nadapdap, S.Sos., MM, berlangsung secara khidmat, dengan melantunkan do’a yang dipanjatkan secara bergantian oleh para tokoh lintas agama.
Lantunan doa mengalun silih berganti berlangsung hening dipimpin pemuka agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha.
Umat yang hadir tampak hening dan khusyuk, hanya sesekali terdengar bisikan doa yang menyatu dengan tiupan angin malam di Kota Depok.

“Jaga kami Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, pulihkan negeri ini, khususnya Kota Depok. Jauhkan kami dari kejahatan yang memecah belah,” seru salah satu tokoh agama yang memimpin Doa, usai berdoa hadirin menyanyikan lagu Padamu Negeri.
Menanggapi hal ini Anggota DPRD Kota Depok, Binton Nadapdap, S.Sos., MM, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Sebab dihadiri oleh seluruh tokoh Agama.
Binton hadir dan mendukung penuh kegiatan doa bersama yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan tema “Depok Damai dan Kondusif”.
“Kami mengapresiasi. Kita berkumpul, berdoa, dan meneguhkan tekad untuk menjaga Kota ini, menjaga negeri ini, serta tidak rela jika ada pihak yang mengusik kebersamaan dan kondusivitas kita,” kata Binton.

“Kota Depok yang plural, yang religius, yang beragam tentu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk tetap mempertahankan kenyamanan, ketertiban, keamanan dan kondusifitas yang selama ini terjadi,” ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok.
Binton mengatakan, bahwa suasana kondusif di Kota Depok ini terjadi karena kekompakan warga, Pemerintah, Ulama, Tokoh Agama dan aparat serta semua element masyarakatnya.
“Disini terlihat keakraban semua pihak, dan ini adalah modal utama dalam menciptakan kondisi yang seperti ini,” tambahnya lagi.
Binton mengatakan, Do’a Bersama ini digelar sebagai bentuk solidaritas antar apemuda dan harmonisasi antar umat beragama serta menjaga agar situasi di Indonesia, khususnya di Kota Depok dapat tetap aman dan kondusif.
Ditempat yang sama Pengurus MUI, FKUB Kota Depok dan MUI Kecamatan Limo, Ahmad Dullah, berharap para penyuluh agama, penceramah, kyai, ustaz, keagamaan bisa memberikan pesan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam setiap kegiatan keagamaan yang diikuti.

“Alhamdulillah, Depok kondusif. Tidak ada hal yang mengkhawatirkan, namun kita tetap waspada terhadap potensi gangguan dari pihak manapun,” ucapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Pendeta dan anggota FKUB Kota Depok, Joni Kiten, “Kami yakin dengan kepemimpinan Walikota Supian Suri dan Forkopimda yang kompak, Depok akan terus tercipta situasi yang aman dan nyaman bagi warganya, dan kondusif tentunya,” tuturnya.

Joni Kiten mengatakan doa bersama ini merupakan simbol persatuan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Depok.
Sementara itu Eka Wijaya Anggota FKUB dan Rohaniawan, mengatakan, kehadirannya dan dukungan kegiatan doa bersama ini menunjukkan peran aktif seluruh masyarakat, untuk menciptakan suasana yang damai dan kondusif di Kota Depok.
“Kegiatan doa bersama ini sangat penting untuk memperkuat tali silaturahmi dan memohon perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa agar Kota Depok tetap damai dan kondusif,” kata Joni.

Dengan demikian, Kota Depok berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Depok.
“Menjaga kondusifitas bukan hanya tugas Polri dan TNI, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (**).













