Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Berawal dari Mimpi Suami, Dian Rosdiani Kembangkan Shuba Coffee Lewat Komunitas Barista

Shuba Coffee di Bogor berawal dari mimpi suami Dian Rosdiani yang ingin memiliki kedai kopi karena kecintaannya terhadap minuman tersebut.

JAKARTA|| Radarpost.id

Shuba Coffee di Bogor berawal dari mimpi suami Dian Rosdiani yang ingin memiliki kedai kopi karena kecintaannya terhadap minuman tersebut. Keinginan itu kemudian berkembang menjadi usaha setelah mereka bertemu dengan seorang rekan yang memiliki pengalaman sebagai barista di Starbucks.

Dalam perjalanannya, Shuba Coffee tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga membangun jaringan melalui komunitas barista. Salah satunya melalui kegiatan Flavor Lab bertajuk Manual Brew Volume 2 yang digelar di JTOWN, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kegiatan tersebut diikuti 52 peserta dari sejumlah daerah, seperti Bogor, Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Acara ini menjadi wadah bagi para barista untuk mengasah keterampilan menyeduh kopi sekaligus bertukar pengalaman.

Dian mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk mempertemukan barista dari berbagai latar belakang, baik yang baru memulai karier maupun yang sudah berpengalaman.

“Tujuannya untuk mewadahi kreativitas barista di komunitas. Jadi, barista yang masih pemula maupun yang sudah memiliki pengalaman bisa bertemu, belajar, dan bersilaturahmi,” ujar Dian.

Berawal dari Kecintaan terhadap Kopi

Keinginan suami Dian untuk membangun kedai kopi menjadi awal perjalanan Shuba Coffee. Mimpi tersebut muncul karena sang suami memiliki ketertarikan besar terhadap kopi dan ingin mengembangkannya menjadi sebuah usaha.

Kesempatan kemudian terbuka saat mereka bertemu dengan seorang rekan yang memiliki pengalaman bekerja sebagai barista di Starbucks. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal untuk mengenal lebih jauh proses penyajian kopi dan pengembangan racikan minuman.

Dalam membangun usaha, pemahaman terhadap karakter rasa menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Menurut Dian, setiap kedai kopi memiliki ciri khas masing-masing, meskipun menyajikan menu dengan nama yang sama.

“Setiap kafe pasti punya keistimewaan dan cirinya sendiri. Walaupun nama menunya sama, rasanya bisa berbeda. Biasanya orang akan kembali ke tempat yang menurut mereka cocok dengan selera,” tuturnya.

Ia menilai karakter rasa dan konsistensi produk menjadi faktor penting untuk mempertahankan pelanggan. Perbedaan teknik, takaran, suhu air, tingkat kehalusan gilingan biji kopi, hingga waktu penyeduhan dapat memengaruhi hasil akhir minuman.

Hal tersebut terutama berlaku pada metode manual brew, yang membutuhkan ketelitian dalam setiap tahapan penyajian.

Shuba Coffee Bangun Jaringan Lewat Flavor Lab

Selain mengembangkan usaha kedai kopi, Dian berupaya memperluas interaksi dengan pelaku industri melalui kegiatan komunitas. Salah satunya dengan menggelar Manual Brew Volume 2 di JTOWN, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari acara serupa yang digelar pada Agustus 2026 di kedai kopinya di kawasan Ciwaringin, Bogor.

Persiapan acara di Jakarta Timur berlangsung sekitar satu bulan. Penyelenggara semula menargetkan 100 peserta, tetapi jumlahnya dibatasi menjadi 52 orang dengan mempertimbangkan waktu dan kapasitas tempat.

Para peserta datang dari sejumlah wilayah untuk mengikuti kegiatan seputar teknik menyeduh kopi. Selain menguji keterampilan, mereka juga mendapat kesempatan untuk bertukar pengalaman dan memperluas jaringan pertemanan di kalangan barista.

Bagi Dian, kegiatan komunitas dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal perkembangan dunia kopi sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha dan barista dari berbagai daerah.

Di tengah semakin banyaknya kedai kopi, ia menilai pelaku usaha perlu memiliki karakter yang jelas. Selain mengikuti perubahan selera konsumen, kualitas racikan dan pengalaman pelanggan tetap perlu diperhatikan.

Dian Rosdiani Siapkan Kelas Khusus Barista

Dian berencana melanjutkan kegiatan Flavor Lab melalui program yang memberikan ruang belajar lebih luas bagi komunitas barista. Salah satu rencana yang tengah dipertimbangkan adalah mengadakan kelas khusus untuk mempelajari teknik meracik dan menyajikan kopi.

“Insyaallah akan ada proyek berikutnya. Kami juga berencana membuat kelas khusus barista. Kami ingin melihat kegiatan apa lagi yang menarik dan bisa dikembangkan bersama komunitas,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, Dian berharap barista pemula maupun yang sudah berpengalaman dapat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan berbagi pengetahuan.

Bagi Dian, perjalanan Shuba Coffee bukan hanya tentang mengembangkan kedai, tetapi juga membangun hubungan dengan komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap kopi. Berawal dari mimpi sang suami, usaha tersebut kini terus dikembangkan melalui produk, kreativitas, dan kolaborasi.