Depok || Radarpost.id
Kabar baiknya, berbagai fasilitas serta layanan Perpustakaan Depok, telah disediakan untuk memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok memiliki tempat salah satu fasilitas umum yang mudah diakses oleh semua orang termasuk anak anak penyandang disabilitas.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dengan koleksi buku lengkap ini berlokasi di jalan Margonda Raya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Pengunjung disabilitas bisa membaca buku di Perpustakaan Umum, termasuk anak anak berkebutuhan khusus atau disabilitas.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok Utang Wardaya mengatakan, Perpustakaan memiliki ruang inklusi yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar dan membaca yang nyaman bagi penyandang disabilitas.

Untuk memastikan penyandang tunanetra dapat menikmati koleksi bacaan, ruang ini dilengkapi dengan buku-buku dalam bahasa Braille, audiobook beserta file reader.
Utang menuturkan Braille misalnya ini alat sistem tulisan sentuh yang dirancang untuk digunakan oleh penyandang tunanetra atau orang dengan gangguan penglihatan.
“Ini alat audiobook yang mengeluarkan suara. Buku Braille memungkinkan mereka untuk membaca secara mandiri, kita akan siapkan,” ucap Utang.
Sementara, beberapa alat alat bisa memberikan alternatif yang menyenangkan.
“Tak hanya penyandang disabilitas, anak-anak yang belum bisa membaca maupun lansia dengan pandangan yang sudah melemah pun dapat menggunakan fasilitas audiobook ini,” kata kepala Dinas Utang Wardaya, Kamis (24/07/2025), usai hadiri Launching rumah kreatif Disabilitas.
Perpustakaan dilengkapi pula dengan komputer bicara yang memungkinkan
Penyandang disabilitas netra untuk mengakses informasi dan sumber daya secara digital.

Dilengkapi Toilet Disabilitas dan Guiding Block
Tak hanya memberi akses pada buku bacaan, Perpustakaan di Depok juga menyediakan fasilitas pendukung yang mudah diakses difabel.
Ada toilet disabilitas yang sangat penting untuk mendukung kenyamanan pengunjung. Toilet di Perpustakaan dirancang dengan standar aksesibilitas yang tinggi, agar penyandang disabilitas dapat menggunakannya dengan mudah dan nyaman, dilengkapi dengan ruang yang cukup untuk penggunaan kursi roda.
Terdapat pula guiding block di Perpustakaan Depok, dapat digunakan penyandang tunanetra untuk menuju toilet disabilitas dan tempat-tempat lain di perpustakaan.
“Aksesibilitas Lift dan Area Parkir Khusus
Tak henti di situ, lift yang tersedia di Perpustakaan juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas,” katanya.
Tombol lift dibuat rendah dan mudah dijangkau untuk memastikan pengunjung dengan keterbatasan mobilitas dapat berpindah antar lantai dengan mudah tanpa hambatan.
“Perpustakaan memberikan bantuan dalam meminjam buku dan pendampingan bagi penyandang disabilitas, agar mereka mendapatkan akses yang lebih cepat terhadap sumber daya yang dibutuhkan,” beber Utang.

Perpustakaan, telah memasang jalur landai di berbagai area, terutama di tempat-tempat yang memiliki perubahan ketinggian, seperti tangga. Ini memudahkan pengguna kursi roda atau yang memiliki mobilitas terbatas untuk mengakses semua area perpustakaan.
Utang mengungkapkan, perlengkapan seperti pegangan rambat telah dipasang di sepanjang koridor dan tangga untuk memberikan dukungan tambahan bagi pengunjung dengan mobilitas terbatas. Ini membantu mereka bergerak dengan lebih aman dan nyaman.
Fasilitas Kursi Roda, Kruk, dan Tongkat
Perpustakaan, menyediakan fasilitas kursi roda yang dapat dipinjamkan kepada pengunjung yang membutuhkannya.
Selain itu, kruk dan tongkat juga tersedia untuk membantu pengunjung yang memerlukan dukungan berjalan.
“Di area tunggu perpustakaan, terdapat kursi yang telah ditandai sebagai “prioritas” bagi pengunjung dengan disabilitas. Hal ini memastikan bahwa mereka memiliki akses yang lebih mudah dan nyaman saat menunggu,” paparnya.
Terdapat loket pelayanan khusus atau prioritas yang dirancang untuk melayani pengunjung dengan disabilitas. Ini memungkinkan mereka mendapatkan layanan dengan lebih cepat tanpa harus antre lama.
“Dengan berbagai fasilitas dan layanan ini, Perpustakaan berupaya menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua pengunjung, serta memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi penuh dalam kegiatan membaca, belajar, dan bersosialisasi,” pungkasnya. (**).













