Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Dua Daerah Siapkan 15,9 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat Permanen

Perwakilan kedua pemerintah daerah menyampaikan kesiapan tersebut saat menemui Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos). (Dok Mensos)

JAKARTA|| Radarpost.id

Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat permanen mulai dilakukan di daerah. Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, telah menyiapkan lahan dengan total luas 15,9 hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kesiapan lahan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan program Sekolah Rakyat yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Perwakilan kedua pemerintah daerah menyampaikan kesiapan tersebut saat menemui Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Indri Agus Velawati, mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan lahan seluas 6,9 hektare di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi.

Menurut Indri, sertifikat lahan tersebut telah terbit dan diserahkan kepada Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat Kemensos.

“Suratnya sudah terbit. Sudah (diserahkan ke Sekber),” kata Indri.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Melawi menyiapkan lahan seluas 9 hektare yang berlokasi di Desa Semadin Lengkong, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung proses persiapan pembangunan, termasuk melakukan pematangan lahan menggunakan peralatan milik pemerintah daerah.

“Untuk pematangan lahan menjadi tanggung jawab Pemda. Nanti kita ratakan pakai alat kita,” ujar Dadi.

Dengan kesiapan kedua daerah tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat permanen mendapat dukungan berupa penyediaan lahan yang menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan.

Sekolah Rakyat Sasar Keluarga Desil 1 dan 2

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Agus menjelaskan, pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Pemerintah juga perlu menyiapkan program jangka panjang yang dapat meningkatkan kesempatan dan kualitas hidup masyarakat.

Dalam hal ini, pendidikan menjadi instrumen penting untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.

“Salah satu prioritasnya adalah pengentasan kemiskinan,” tegas Agus Jabo.

Ia menekankan bahwa sasaran Sekolah Rakyat harus sesuai dengan tujuan program, yakni memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan.

“Di atas Desil 1, Desil 2 tidak boleh. Karena ini tujuannya untuk memutus transmisi kemiskinan,” ujarnya.

Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Berkolaborasi

Agus Jabo juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan bersama agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai tujuan.

“Tidak bisa kemudian pemerintah daerah bekerja sendiri, tidak bisa. Pemerintah pusat (bekerja sendiri) tidak bisa, harus kolaborasi,” jelas Agus Jabo.

Melalui pembangunan Sekolah Rakyat permanen, pemerintah berharap akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu semakin terbuka. Program ini juga diarahkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Kesiapan lahan di Grobogan dan Melawi menjadi salah satu langkah awal dalam mendukung rencana pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.