Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Kementerian PUPR, Kominfo, dan Gojek Tandatangani MoU Program Perumahan Subsidi untuk Wartawan dan Mitra Driver

banner 120x600

||JAKARTA || RADARPOST.ID || – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Kominfo), Kementerian ATR/BPN, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gojek untuk pelaksanaan program perumahan subsidi bagi wartawan serta mitra pengemudi roda dua dan roda empat.

Menteri PKP,Menteri Komdigi,KBPS,Kepala Tapera,Ceo Gojek Go To

Penandatanganan ini dihadiri oleh Menteri PUPR Maruar Sirait, Menteri Kominfo Mutia Havis, Kepala BPS, Kepala BPN, CEO Gojek Patrick, dan perwakilan dari BP Tapera termasuk Irwandi. Hadir pula perwakilan dari Bank BTN dan pengembang-pengembang perumahan nasional.

Program ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan perumahan subsidi dapat lebih tepat sasaran dan menyentuh masyarakat berpenghasilan rendah. Menteri Maruar menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah nyata dalam menyediakan rumah layak dan terjangkau, khususnya bagi mitra pengemudi Gojek dan jurnalis yang telah lama berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Rapat Bersama Mentri pkp,Menteri Komdigi,Kepala Bpn,Kepala Bps,Ceo Gojek,

“Presiden Prabowo menginstruksikan agar rumah subsidi tidak hanya dibangun secara masif, tapi juga harus sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti pengemudi dan wartawan. Kita ingin keadilan,” ujar Menteri Maruar.

Target 164.260 Unit Rumah Subsidi

Program ini mencakup alokasi rumah subsidi tahun 2025 sebanyak 220.000 unit, di mana 164.260 unit telah dialokasikan untuk 13 segmen profesi seperti guru, tenaga kesehatan, ASN daerah, dan kini termasuk 1.000 unit untuk wartawan serta 2.000 unit bagi mitra pengemudi Gojek.

Dari total tersebut, per 8 April 2025, telah dibangun sebanyak 142.226 unit rumah sejak pelantikan Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024. Sedangkan mulai 1 Januari hingga 8 April 2025, terdapat 100.021 unit rumah dalam proses akad, pembangunan, dan penyelesaian.

Menteri Maruar juga menegaskan pentingnya kualitas dalam pembangunan rumah subsidi. “Tidak ada tempat bagi pengembang tidak bertanggung jawab. Rumah subsidi bukan berarti rumah murahan. Kami ingin kualitas, ketepatan sasaran, dan keadilan,” tegasnya.

Kolaborasi Gojek dan Pemerintah

CEO Gojek, Patrick, mengungkapkan kebahagiaannya atas kolaborasi ini dan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program tersebut.

“Sejak 2018, kami telah menjalankan program Swadaya untuk membantu mitra memiliki rumah. Namun, jumlahnya masih minim. Dengan kolaborasi ini, kami percaya bisa memberikan akses lebih besar dan lebih adil bagi para mitra,” katanya.

Patrick juga menyampaikan bahwa Gojek siap bekerja sama dengan BTN dan Tapera untuk mendesain sistem pembiayaan yang sesuai dengan profil pengemudi, termasuk melalui pendapatan gabungan dan data penghasilan di platform mereka.

Dukungan Infrastruktur Data dan Sosialisasi

Kepala BPS menyampaikan bahwa BPS akan terus memperbarui data penerima manfaat secara berkala (setiap tiga bulan) agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran. Sementara BP Tapera bersama BTN akan mempercepat verifikasi dan realisasi pembiayaan berdasarkan integrasi data dan kelayakan pengembang.

“Mulai 3 Februari 2025 lalu, kita pakai sistem ‘by name by address’, dan akan diperbarui setiap tiga bulan agar tidak ada salah sasaran seperti orang sudah pindah, meninggal, atau ganda penerima,” kata Irwandi dari Tapera.

Penandatanganan ini menandai langkah besar dalam pemenuhan hak dasar masyarakat, terutama mereka yang bekerja di lapangan dan kerap terabaikan dalam program subsidi pemerintah. Pemerintah berharap program ini menjadi inspirasi bagi sektor swasta lain untuk turut serta dalam pembangunan sosial melalui kolaborasi strategis.