Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Menag Nasaruddin Umar Dorong MUI Beri Penghargaan Tokoh Muslim Dunia, Bisa Bertaraf Internasional

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (kanan) mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menginisiasi penghargaan bagi tokoh-tokoh Muslim dunia yang dinilai berjasa dalam berbagai bidang.(Dok Menag)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menginisiasi penghargaan bagi tokoh-tokoh Muslim dunia yang dinilai berjasa dalam berbagai bidang. Menurutnya, Indonesia memiliki kapasitas besar untuk menghadirkan penghargaan bertaraf internasional bagi para tokoh yang berkontribusi bagi umat dan kemanusiaan.

Gagasan tersebut disampaikan Menag saat menerima jajaran pimpinan MUI di Kantor Pusat Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Penghargaan itu diusulkan menjadi bagian dari agenda besar Kongres Umat Islam 2026 yang tengah dipersiapkan MUI.

“Kita bisa memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh umat yang berjasa. Banyak sekali profesor, akademisi, dan tokoh yang selama ini memberikan kontribusi besar tetapi belum pernah mendapat penghargaan yang layak,” kata Nasaruddin Umar.

Menurut Menag, penghargaan tersebut dapat diberikan kepada tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam bidang perdamaian dunia, pendidikan Islam, ekonomi syariah, hingga pengembangan pemikiran keislaman.

Ia menilai Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki legitimasi dan kekuatan moral untuk menghadirkan penghargaan internasional bagi tokoh-tokoh Muslim yang berpengaruh.

“Kita bisa membuat penghargaan bertaraf internasional. Umat Islam terbesar di dunia ada di Indonesia. Kita bisa memberi penghargaan kepada tokoh yang berjasa dalam perdamaian, pendidikan, ekonomi Islam, penguatan pemahaman terhadap Al-Qur’an, dan berbagai bidang lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Nasaruddin menilai Indonesia telah menunjukkan ketahanan ekonomi dan sosial yang kuat di tengah berbagai tantangan global. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi negara-negara Muslim lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud menyambut positif usulan Menag tersebut. Menurutnya, penghargaan bagi tokoh Muslim dunia dapat menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka terhadap umat Islam dan kemanusiaan secara luas.

“Menurut saya ini ide yang sangat bagus. Siapa lagi yang akan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh umat kalau bukan kita?” kata Marsudi.

Marsudi menjelaskan Kongres Umat Islam 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24-26 Juli 2026. Forum tersebut akan melibatkan sekitar 87 organisasi yang berada di bawah naungan MUI.

Melalui kongres itu, MUI ingin menghimpun berbagai pemikiran dan aspirasi umat terkait isu strategis, mulai dari ekonomi, pendidikan, hukum, hingga sosial budaya.

“Kami ingin mengumpulkan berbagai pemikiran dan aspirasi umat untuk menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat peran umat dalam pembangunan nasional sekaligus mendukung agenda kebangsaan,” ujarnya.

Jika terealisasi, penghargaan tokoh Muslim dunia yang digagas Menag dan MUI berpotensi menjadi ajang prestisius yang mengangkat peran Indonesia sebagai pusat peradaban Islam moderat di tingkat global.