Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Mukerkot PMI Depok 2025: Lakukan Evaluasi Hingga Perencanaan Program 2026

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok menggelar Musyawarah Kerja (Musker) Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi momen evaluasi sekaligus penyusunan strategi penguatan layanan kemanusiaan.

Dengan mengusung tema ‘Berintegritas serta Bergerak bersama Masyarakat menuju Perubahan Depok Maju dan Hebat’

Mukerkot PMI dibuka langsung oleh Ketua PMI Kota Depok Dudi Mi’raz, yang berlangsung di Aula PMI, Jalan GDC raya, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok pada Jumat (19/12/2025).

Mukerkot PMI ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama tahun 2025 serta merencanakan program untuk tahun 2026.

Dalam musyawarah itu, PMI Kota Depok mengundang pengurus PMI Kecamatan, relawan, serta perwakilan Palang Merah Remaja (PMR) untuk bersama-sama memberikan masukan dan usulan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua PMI Kota Depok, Dudi Miraz menjelaskan, kegiatan musyawarah kerja ini ada dua yang sangat penting untuk merumuskan dan merencanakan, evaluasi program yang telah berjalan dengan baik, banyak masukan sebagai bahan evaluasi.

“Musyawarah kerja ini bertujuan untuk mengevaluasi apa yang sudah dilaksanakan selama 2025, dan memberikan usulan-usulan untuk program 2026. Kami berharap dari sini muncul ide-ide yang dapat memperbaiki dan mengoptimalkan pelayanan PMI di masa yang akan datang,” jelas Dudi Miraz, Jumat (19/12/2025).

Menurut Dudi Miraz, usulan utama dari peserta musker adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam program-program unggulan PMI seperti penanggulangan bencana, pertolongan pertama, pelayanan darah, pelayanan kesehatan masyarakat, dan pelayanan sosial.

Tak hanya itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) relawan dan PMR juga menjadi fokus penting agar mereka dapat lebih siap dalam memberikan pertolongan di lapangan.

“Relawan dan PMR kami harapkan lebih berkembang, agar saat terjadi bencana mereka siap membantu, baik dalam penanggulangan maupun pertolongan pertama,” kata Dudi Miraz.

Lebih lanjut, Dudi Miraz mengungkapkan, salah satu ada sosialisasi PMI di 11 Kecamatan, bahwa PMI harus lebih diketahui oleh masyarakat, dengan koordinasi dan komunikasi antara PMI dan berbagai instansi terkait.

“Kami perlu meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang lebih erat dengan instansi pemerintah, agar saat bergerak ke masyarakat, kami bisa lebih kompak dan sinergi,” utasnya.

“Selain itu, kami juga masih harus meningkatkan dan mengoptimalkan beberapa pelayanan, seperti Unit Donor Darah (UDD),” ungkap Dudi Miraz.

Dudi Miraz membeberkan, kabar baik mengenai pencapaian PMI Kota Depok.
“Alhamdulillah, tahun ini evaluasi dan pelaksanaan kegiatan sudah diterima dengan baik, dan kedepan tentunya merencanakan program yang menyentuh langsung ke masyarakat. Ini adalah salah satu hasil dari evaluasi yang telah kami lakukan,” ujarnya Dudi Miraz.

Meski begitu, Dudi Miraz mengakui, masih banyak hal yang perlu diperbaiki, termasuk jumlah dan fasilitas ambulans yang terbatas.

“Kami hanya memiliki satu ambulans, dan kami berharap bisa menambah jumlahnya. Pemerintah pun mendukung hal ini, sehingga ke depannya kami bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Dudi Miraz.

Dalam hal penanggulangan bencana, lanjut Dudi Miraz, PMI Kota Depok mengutamakan kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Meskipun Depok tidak termasuk daerah rawan bencana besar, PMI tetap melakukan upaya mitigasi dan penanggulangan bencana skala kecil, seperti banjir dan angin puting beliung.

“Kami selalu melakukan assessment, dan memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti bantuan asbes, hygiene kit, serta pelayanan kesehatan dan ambulans, terutama bagi mereka yang tidak mampu,” jelas Dudi Miraz.

Dudi Miraz menegaskan, PMI Kota Depok berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dia berharap agar PMI Kota Depok mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, terutama dalam hal anggaran dan fasilitas.

“PMI bukan bagian dari Pemerintah, tapi kami bekerja sama. Pemerintah harus mendukung kami sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tentang Kepalangmerahan, yang menyebutkan bahwa pelaksanaan Kepalangmerahan menjadi tanggung jawab PMI dan pemerintah,” tandas Dudi Miraz.

Selanjutnya program kedepan pengembangan kapasitas anggota Palang Merah Remaja (PMR) meliputi Duta PMI Kota Depok, forum remaja PMI, orientasi pembina PMR mula dan lain-lain.

Selain itu program pelayanan sosial kesehatan masyarakat. Yang meliputi pelayanan Pertolongan Pertama (PP) dan ambulan gratis, kawal pertolongan pertama, Idul Fitri dan Tahun Baru, pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai rencana,” katanya.(**).