DEPOK|| Radarpost.id
Olahraga padel semakin menarik perhatian masyarakat, termasuk warga di kawasan Garden Candi Sawangan, Depok. Bukan hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran, padel mulai berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan ruang bersosialisasi warga.
Fenomena itu terlihat dalam Padel Battle antarcluster Garden Candi Sawangan yang digelar pada Minggu (23/8/2026) dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 104 peserta dari tujuh cluster mengikuti pertandingan tersebut. Kompetisi dibagi dalam kategori putra dan putri, dengan 28 pasangan putra serta 24 pasangan putri.
Ketua panitia Padel Battle Garden Candi Sawangan, Ibnu Ilma Obot, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibuat tidak semata-mata mengejar kemenangan. Menurutnya, olahraga menjadi cara yang lebih santai bagi warga untuk bertemu dan membangun komunikasi.
“Tujuannya supaya warga bisa saling kenal dan membangun komunikasi,” kata Ibnu.
Bermain padel kini bukan sekadar mencari aktivitas fisik. Lapangan padel menjadi tempat bertemu teman, mengenal tetangga, sekaligus membangun komunitas.
Ibnu mengatakan perkembangan padel di Sawangan cukup terasa dalam beberapa bulan terakhir. Ia sendiri baru sekitar enam bulan bermain padel dan melihat jumlah pemain terus bertambah.
“Awalnya hanya beberapa orang yang bermain. Kini komunitas semakin besar dan pemain terus berkembang,” ujarnya.
Padel sendiri dikenal sebagai olahraga raket yang dimainkan secara berpasangan di lapangan berdinding. Permainan ini memadukan unsur tenis dan squash, sehingga membutuhkan pergerakan aktif, koordinasi, refleks, serta kerja sama dengan pasangan.

Karakter permainan yang dilakukan secara berpasangan juga membuat padel relatif mudah menjadi aktivitas sosial. Pemain dapat berolahraga sekaligus berinteraksi dengan orang lain dalam satu pertandingan.
Kondisi tersebut membuat olahraga padel semakin menarik bagi masyarakat yang ingin menjalani gaya hidup aktif tanpa meninggalkan aspek sosial.
Konsep tersebut juga terlihat dalam Padel Battle Garden Candi Sawangan. Sebelum pertandingan antarcluster, panitia menggelar kompetisi internal di masing-masing cluster.
Pasangan terbaik kemudian dipilih menjadi perwakilan cluster dalam pertandingan utama.
Menurut Ibnu, mekanisme tersebut tidak hanya membuat pertandingan lebih kompetitif, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga untuk lebih sering berinteraksi.
Ia berharap hubungan yang terbentuk di lapangan dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, pertemanan antarwarga berpotensi berkembang menjadi jaringan profesional maupun bisnis.
Hal itu cukup relevan karena banyak warga di kawasan tersebut juga memiliki usaha sendiri.
“Olahraga juga dapat membangun persaudaraan dan membuka relasi,” ujar Ibnu.
Padel Berdampingan dengan UMKM
Menariknya, Padel Battle Garden Candi Sawangan tidak hanya menghadirkan pertandingan olahraga. Panitia juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut berjualan.
Sebanyak 13 UMKM warga ikut meramaikan kegiatan. Berbagai makanan dan minuman ditawarkan kepada peserta maupun pengunjung, mulai dari bakso Malang, asinan, pempek hingga tekwan.
Kehadiran UMKM membuat suasana pertandingan terasa seperti kegiatan komunitas. Warga tidak hanya datang untuk bermain atau menonton pertandingan, tetapi juga dapat menikmati kuliner dan berinteraksi dengan pelaku usaha lokal.

Salah satu pelaku UMKM menilai kegiatan seperti ini memberikan peluang promosi sekaligus memperkenalkan produk kepada calon pelanggan baru.
“Ini kesempatan yang baik bagi UMKM,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah pengunjung bahkan menanyakan lokasi penjualan setelah acara berakhir. Hal tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pelanggan baru di luar kegiatan.
Kompetisi Tetap Utamakan Kebersamaan
Meski membawa nama masing-masing cluster, panitia berusaha menjaga pertandingan tetap berlangsung santai dan kondusif.
Ibnu menyebut persaingan dalam pertandingan harus tetap berada dalam koridor sportivitas. Semangat memenangkan pertandingan tidak boleh menghilangkan hubungan baik antarwarga.
“Tantangan terbesarnya adalah jangan sampai kita berantem,” katanya.
Pada pelaksanaan kali ini, pertandingan disebut berlangsung tanpa keributan. Bahkan, produk UMKM yang ikut berjualan juga dilaporkan habis terjual.
“UMKM semuanya sold out dan tidak ada keributan,” ujar Ibnu.
Keberhasilan tersebut membuat panitia berencana menjadikan Padel Battle sebagai agenda rutin. Kegiatan serupa ditargetkan dapat digelar dua kali dalam setahun.
Ke depan, kompetisi juga berpeluang diperluas dengan melibatkan komunitas atau perumahan lain di kawasan Sawangan.
Bagi warga, perkembangan komunitas padel tersebut menunjukkan bahwa olahraga kini dapat mengambil peran lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Lapangan olahraga tidak hanya menjadi tempat berkeringat, tetapi juga ruang bertemu, membangun pertemanan, memperluas networking, sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Padel pun perlahan menjadi bagian dari gaya hidup baru masyarakat yang ingin tetap aktif, sehat, dan terhubung dengan lingkungan sosialnya.












