Jakarta|| Radarpost.id
Gitaris dan komposer kenamaan, Dewa Budjana, akan menggelar konser bertajuk Pranayama Concert pada 10 April 2026 di DeConcert Room, Deheng House, Jakarta Selatan.
Konser ini menjadi momen kembalinya Budjana ke format pertunjukan intimate setelah sekitar dua tahun tidak tampil dalam konsep serupa.
Mengusung pendekatan yang lebih personal, konser “Pranayama” dirancang sebagai perjalanan musikal yang tidak hanya menghadirkan komposisi, tetapi juga pengalaman emosional bagi penonton.
“‘Pranayama’ bukan sekadar konser, tapi perjalanan rasa. Saya ingin menghadirkan pengalaman musik yang lebih dekat dan jujur dengan penonton,” ujar Budjana dalam keterangan resminya.
Budjana menjelaskan, ide konser ini telah digarap sejak beberapa bulan terakhir. Ia ingin kembali menghadirkan pertunjukan musik instrumental dalam format yang lebih intim.
“Saya sudah lama bikin album, di luar GIGI juga cukup banyak karya instrumental. Tapi format seperti ini memang sudah lama tidak dimainkan, terakhir sekitar dua tahun lalu,” katanya.
Konsep konser ini sempat direncanakan melibatkan orkestra. Namun, akhirnya dipilih format yang lebih sederhana dengan kekuatan eksplorasi instrumen dan kolaborasi musisi.
“Awalnya mau pakai orkestra, tapi jumlahnya terlalu besar. Akhirnya kami tampilkan karya-karya saya dalam konsep ‘Pranayama’, yang diambil dari salah satu judul lagu,” jelasnya.
Dalam konser ini, Budjana akan membawakan sejumlah karya dari album terbarunya, seperti On the Way Home, Dreamland, dan Karma, yang sebelumnya direkam secara live di Praha bersama Prague Symphony Orchestra.
Ia juga menekankan pentingnya musik sebagai medium yang membawa ketenangan di tengah situasi global yang penuh ketegangan.
“Sebagai seniman, tujuan kami adalah menghadirkan kedamaian. Musik harusnya bisa meredakan suasana, apa pun genre atau dinamika lagunya,” ujarnya.
Konser ini akan menghadirkan sejumlah musisi yang telah lama berkolaborasi dengan Budjana, di antaranya Shadu Rasjidi (bass), Yandi Andaputra (drum), Dio Siahaan (keyboard/synth), Irsa Destiwi (piano), serta Jaeko Siena (perkusi dan suling). Selain itu, penampilan spesial juga akan diisi oleh Endah Widiastuti.
Endah mengaku merasa terhormat dapat terlibat dalam proyek tersebut. Ia menyebut kesempatan tampil bersama Budjana sebagai pencapaian tersendiri dalam perjalanan bermusiknya.
“Dari perjalanan panjang saya bermusik, akhirnya bisa tampil bareng Mas Budjana itu sebuah kehormatan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan tantangan dalam membawakan karya Budjana, terutama karena harus menyanyikan lagu dengan berbagai bahasa, termasuk Jawa dan Sanskerta.
“Saya harus mendalami secara teknis dan emosi, karena ini bukan lagu saya. Ada rasa deg-degan, tapi juga jadi proses belajar yang berharga,” katanya.
Sementara itu, Founder Deheng House, Lexi M. Budiman, mengatakan konser ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang apresiasi musik berkualitas dengan konsep yang lebih dekat dengan penonton.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman menikmati musik yang lebih hangat dan bermakna. Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, kami berharap lebih banyak penonton bisa menikmati pertunjukan berkualitas,” ujarnya.
Konser “Pranayama” akan digelar dengan kapasitas terbatas untuk menciptakan suasana eksklusif. Tiket dijual mulai dari Rp300.000 hingga Rp500.000 melalui platform resmi.
Dengan konsep intimate dan eksplorasi musikal yang mendalam, konser ini menjadi kesempatan bagi penikmat musik untuk menyaksikan sisi personal dari perjalanan kreatif Dewa Budjana.













