Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

PT Surveyor Indonesia–ICDX Perkuat Ekosistem Renewable Energy Certificate, Dorong Transisi Energi Nasional

Direktur Utama PTSI, Fajar Wibhiyadi.(Dok istimewa)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

PT Surveyor Indonesia (Persero) menggandeng PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) untuk memperkuat ekosistem Renewable Energy Certificate (REC) nasional. Kolaborasi ini diyakini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transisi energi bersih sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap instrumen energi terbarukan di Indonesia.

PT Surveyor Indonesia (Persero) (PTSI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) dalam rangka penguatan sektor Testing, Inspection, and Certification (TIC) serta pengembangan ekosistem Renewable Energy Certificate (REC) di Indonesia.

Kerja sama ini difokuskan pada pembangunan sistem REC nasional yang kredibel, transparan, dan berintegritas, sekaligus selaras dengan standar internasional dan kebutuhan pasar energi berkelanjutan.

Dalam kolaborasi tersebut, PTSI mengambil peran sebagai guardian of assurance yang memastikan kredibilitas ekosistem REC. Peran ini diwujudkan melalui penguatan proses verifikasi dan sertifikasi energi terbarukan, pengembangan sistem registri yang dapat ditelusuri, serta peningkatan tata kelola pasar yang akuntabel.

Direktur Utama PTSI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya kolektif dalam menjawab tantangan global terkait transisi energi dan tuntutan praktik keberlanjutan.

“Ini langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung pengujian, inspeksi, dan sertifikasi, sekaligus mengembangkan ekosistem renewable energy di Indonesia,” ujar Fajar dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga penting untuk memastikan Indonesia mampu menghadirkan sistem keberlanjutan yang kredibel dan diakui secara global.

Dari sisi industri, kerja sama ini memberikan akses bagi pelaku usaha terhadap instrumen REC yang telah terverifikasi. Hal ini memungkinkan perusahaan memenuhi kebutuhan dekarbonisasi serta komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) secara lebih terukur.

Selain itu, integrasi antara sistem verifikasi PTSI dan mekanisme perdagangan di ICDX diharapkan mampu menciptakan transaksi REC yang lebih transparan dan dapat ditelusuri. Kondisi ini dinilai akan meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus memperkuat likuiditas perdagangan energi terbarukan.

Tidak hanya berdampak pada sektor industri, kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan pembiayaan hijau serta mendorong investasi di sektor energi bersih. Dengan ekosistem yang semakin terstruktur, biaya transisi energi dinilai dapat menjadi lebih efisien.

Sementara bagi masyarakat, penguatan REC berpotensi meningkatkan pemanfaatan energi bersih yang berdampak pada kualitas lingkungan serta menciptakan peluang ekonomi baru dalam rantai nilai energi berkelanjutan.

Kerja sama ini juga mencakup penguatan tata kelola dan manajemen risiko, serta peningkatan kapasitas pemangku kepentingan melalui program edukasi dan sosialisasi.

Sebagai bagian dari holding BUMN jasa survei, PTSI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan TIC yang andal guna memastikan setiap instrumen keberlanjutan memiliki kredibilitas tinggi.

Kolaborasi antara PTSI dan ICDX ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendukung agenda nasional menuju ekonomi hijau yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.