Depok || Radarpost.id
Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Depok menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan tema “IPARI Bersinergi dalam cinta dan citra Organisasi berdaya, berdampak untuk bersama Depok Maju”.
Dihadiri Walikota Depok Dr. H Supian Suri, Ketua TP PKK Kota Depok Cing Ikah, Ketua Umum DPD IPARI Jawa Barat H. Ujang, Kepala Kantor Kemenag Kota Depok H. Enjat Mujiat, Kepala TU kemenang H. Hasan Basri dan seluruh Jajaran IPARI Kota Depok. Dilaksanakan di Gedung Baleka lantai 10 komplek Balaikota Depok, Kamis (20/11/2025).
Sebagai penguatan, pemantapan dan evaluasi kinerja Penyuluh Agama. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus refleksi atas peran penyuluh agama dalam memperkuat moderasi dan ketahanan umat di tengah masyarakat.
Ketua Umum IPARI Kota H. A. Fakhruddin Muroddih, MA, menyampaikan apresiasi kepada bapak Walikota Depok dan Cing Ikah, yang telah menyempatkan diri untuk hadir, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi serta mendukung terselenggaranya kegiatan Raker.
“Semangat kita sama, tujuan kita mulia. Kini saatnya mengaktualisasikan kerja-kerja penyuluh agama agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata H. Fakhruddin, kepada radarpost.id, di Baleka Kota Depok, Kamis (20/11/2025).

Fakhruddin menegaskan pentingnya evaluasi program IPARI satu tahun kedepan, untuk peningkatan kapasitas dan eksistensi penyuluh di tengah masyarakat.
“Kami memiliki anggota IPARI dari muslim dan non muslim kurang lebih 102 anggota, hal ini menjadi salah satu motivasi IPARI lebih maju,” ucap Fakhruddin.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok yang secara langsung berkomunikasi dengan para penyuluh di lapangan.
“Baru kali ini pak Walikota Depok hadir langsung berbicara dengan para penyuluh. Ini menjadi motivasi besar agar penyuluh lebih eksis dan berinovasi,” katanya.
Fakhruddin, juga menyoroti tantangan penyuluh agama di era digital, khususnya terkait penggunaan aplikasi pelaporan dan sistem informasi baru dari Kemenag.
“Masih ada rekan-rekan yang belum memahami sistem tersebut. Kami berharap ada pendampingan agar semua penyuluh bisa beradaptasi,” tambahnya.
“Alhamdulillah, pak Wali akan mengakomodir permohonan IPARI, untuk kesekretariatan semoga pak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dan kami siap membantu dan mendukung program Pemerintah Kota Depok,” ungkapnya.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan gerakan stunting, dan sosial dan lintas iman yang pernah dilaksanakan di Kota Depok, seperti festival multikultural dan refleksi akhir tahun lintas agama.

Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, H. Enjat Mujiat, dalam sambutannya memuji dedikasi pak Walikota yang mau hadir dan memberikan fasilitas kepada IPARI Kota Depok untuk para penyuluh.
“Ini luar biasa dihadiri pak Wali, berbangga lah bagi para penyuluh agama. Mereka inilah garda terdepan dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis,” ujar Enjat.
Enjat juga menyampaikan adanya tugas baru dari Menteri Agama untuk melibatkan penyuluh dalam pendataan pesantren.
“Saya yakin teman-teman penyuluh mampu menjalankan amanah ini, asalkan mendapat penjelasan teknis yang jelas,” katanya.
Enjat, menekankan pentingnya peran penyuluh dapat menyatukan diri untuk mendukung dan mengawal dalam menggerakkan program Pemerintah Kota Depok di era moderasi beragama.
“Gerakan moderasi tidak selalu butuh anggaran besar. Kuncinya ada pada kemauan dan kolaborasi. Dulu, kegiatan lintas agama bisa terlaksana berkat gotong royong dari para tokoh agama,” ungkapnya.
Enjat, berharap melalui Rakerda ini, para penyuluh dapat melahirkan ide-ide baru yang selaras dengan program prioritas Kemenag, seperti penguatan teologi kerukunan dan kurikulum cinta tanah air. (**).













