Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Ribuan Warga Padati Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Hari Terakhir Berlangsung Meriah

puncak sekaligus hari terakhir Lebaran Betawi 2026 yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.( Dok media Indonesia)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Ribuan warga dari berbagai wilayah memadati kawasan Lapangan Banteng pada Minggu (12/4) untuk merayakan puncak sekaligus hari terakhir Lebaran Betawi 2026 yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Sejak pagi hari, arus pengunjung terus berdatangan ke lokasi acara. Mereka datang bersama keluarga untuk menikmati rangkaian kegiatan budaya yang disuguhkan, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai ajang silaturahmi pasca-Idulfitri.

Berbagai pertunjukan khas Betawi menjadi daya tarik utama dalam perhelatan ini. Atraksi ondel-ondel yang berkeliling kawasan acara, pertunjukan pencak silat beksi, hingga prosesi hantaran yang sarat makna budaya, berhasil memikat perhatian pengunjung dari berbagai kalangan usia.

Selain itu, kehadiran Abang None Jakarta yang berinteraksi langsung dengan masyarakat turut menambah semarak suasana. Tidak sedikit warga yang memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama sebagai bagian dari pengalaman budaya yang khas.

Di sisi lain, area kuliner tradisional menjadi titik keramaian yang tak kalah padat. Puluhan stan yang menjajakan makanan khas Betawi seperti kerak telor, dodol Betawi, hingga minuman tradisional bir pletok diserbu pengunjung. Antrean panjang terlihat di sejumlah lapak sejak siang hingga sore hari.

“Datang ke sini memang sengaja ingin merasakan suasana Lebaran Betawi, apalagi kulinernya lengkap. Kerak telor jadi favorit keluarga,” ujar salah satu pengunjung, Siti (34), warga Jakarta Timur.

Kepadatan pengunjung sempat terjadi di beberapa titik, terutama di sekitar panggung hiburan dan sentra kuliner. Meski demikian, jalannya acara tetap berlangsung tertib dengan pengaturan dari panitia dan petugas keamanan yang berjaga.

Lebaran Betawi 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam upaya pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan kota metropolitan. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni tradisional sekaligus sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Selain memperkuat identitas budaya Betawi, acara ini juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat. Tingginya jumlah pengunjung mendorong peningkatan penjualan produk kuliner dan kerajinan khas daerah.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tahun ini, masyarakat berharap Lebaran Betawi 2026 dapat terus diselenggarakan secara konsisten sebagai agenda tahunan, sekaligus menjadi ikon budaya Jakarta yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.