Radarpost.id | LEMBANG, BANDUNG BARAT – Satgas Citarum Harum Sektor 8 terus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus mengembangkan metode pertanian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui penyiapan lahan Demonstration Plot (Demlot) Pertanian di Posko Citarum Harum Sektor 8, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan penyiapan lahan dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Kegiatan dipimpin Wadan Sektor 8 Citarum Harum Kapten Inf Iyet Saryana bersama Dansub Sektor 2 Lembang Serka Ahmad R., anggota Sub Sektor Lembang serta masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas bersama masyarakat melakukan pengolahan dan penyiapan lahan dengan memanfaatkan kohe (kotoran hewan) sebagai bahan organik serta pupuk Kosasih sebagai salah satu perlakuan pemupukan.
Penggunaan kohe dimaksudkan untuk memanfaatkan bahan organik yang tersedia sekaligus membantu memperbaiki kondisi tanah. Sementara itu, pupuk Kosasih diaplikasikan sebagai perlakuan pemupukan untuk membantu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam proses pertumbuhan.
Selain itu, dilakukan pula pengaplikasian Asam Jumat dalam proses penyiapan lahan sesuai metode yang diterapkan pada Demlot. Penggunaan beberapa perlakuan tersebut menjadi bagian dari pengamatan untuk melihat perbedaan kondisi lahan dan perkembangan tanaman berdasarkan perlakuan pemupukan yang diberikan.
Dansektor 8 Citarum Harum Kolonel Inf Masrief mengatakan, Demlot tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tanaman, tetapi juga menjadi lahan percontohan yang dapat digunakan untuk mengamati metode pengelolaan tanah dan pemupukan secara langsung.
“Demlot ini kita jadikan sebagai lahan percontohan sekaligus tempat pembelajaran. Kita ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi tanah dan perkembangan tanaman dengan perlakuan yang berbeda, baik menggunakan kohe maupun pupuk Kosasih,” ujar Kolonel Inf Masrief.
Menurutnya, pemanfaatan bahan organik seperti kohe juga sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih produktif. Bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari kegiatan pertanian.
“Kita ingin mendorong masyarakat agar melihat bahwa pengelolaan lingkungan dan kegiatan pertanian dapat berjalan bersama. Limbah organik seperti kohe dapat dimanfaatkan, sementara lahan yang tersedia bisa dioptimalkan menjadi lahan produktif,” jelasnya.
Setelah proses penyiapan lahan selesai dan kondisi tanah dinilai siap, Demlot tersebut direncanakan akan ditanami cabai serta berbagai tanaman hortikultura lainnya.
Satgas Citarum Harum Sektor 8 akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi lahan dan pertumbuhan tanaman. Hasil pengamatan tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui metode yang paling sesuai dan efektif untuk dikembangkan.
“Setelah siap, lahan ini akan kita tanami cabai dan tanaman lainnya. Perkembangannya akan terus kita cek, mulai dari kondisi lahan sampai pertumbuhan tanaman. Harapannya, Demlot ini dapat memberikan contoh nyata yang nantinya bisa dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkas Kolonel Inf Masrief.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas Citarum Harum Sektor 8 dalam mengintegrasikan program pemulihan lingkungan dengan pemanfaatan lahan secara produktif, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan.**












