Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Ses LPPM Unhan RI Dorong Kolaborasi Riset Strategis, Perkuat SDM Peneliti dan Inovasi Nasional

Ses LPPM Unhan RI Dorong Kolaborasi Riset Strategis, Perkuat SDM Peneliti dan Inovasi Nasional
Ses LPPM Unhan RI Dorong Kolaborasi Riset Strategis, Perkuat SDM Peneliti dan Inovasi Nasional
banner 120x600

Jakarta || Radarpost.id 

Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) terus memperkuat kapasitas riset dan inovasi sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional dan penguatan pertahanan negara. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui sosialisasi Proyek Perubahan bertajuk “Strategi Kolaborasi Riset Strategis melalui Penguatan Kapasitas SDM dalam Rancangan Program Penelitian di LPPM Universitas Pertahanan RI”.

Sosialisasi tersebut dipimpin Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhan RI, Dr. Sri Murtiana, S.Sos., M.M., sekaligus memperkenalkan Peraturan Rektor Unhan RI tentang Kolaborasi Riset Strategis sebagai dasar penguatan tata kelola penelitian dan pengembangan jejaring riset di lingkungan kampus pertahanan tersebut.

Program ini merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Struktural Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) sejak Maret hingga Juli 2026.

Menurut Sri Murtiana, proyek perubahan tersebut lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan kualitas perencanaan penelitian, memperkuat kompetensi sumber daya manusia peneliti, serta membangun sistem kolaborasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

“Sebagai perguruan tinggi pertahanan, Unhan RI tidak hanya dituntut menghasilkan penelitian yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perumusan kebijakan strategis nasional dan penguatan pertahanan negara,” ujarnya.

Ia menilai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika geopolitik dan geoekonomi, hingga meningkatnya persaingan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut perguruan tinggi untuk membangun ekosistem riset yang lebih adaptif dan kolaboratif.

Melalui proyek perubahan ini, LPPM Unhan RI berupaya memperkuat sinergi antara peneliti, program studi, fakultas, pusat kajian, serta berbagai mitra strategis dari kementerian, lembaga pemerintah, industri strategis, dunia usaha, hingga lembaga penelitian nasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian, memperluas akses terhadap sumber daya riset, mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, serta menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Dalam implementasinya, LPPM Unhan RI telah mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Gizi Nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, serta sejumlah institusi lainnya yang memiliki perhatian terhadap penguatan riset dan pengembangan sumber daya manusia.

Sri Murtiana menegaskan, kolaborasi riset strategis menjadi instrumen penting dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan, serta mendukung kemandirian nasional di berbagai sektor strategis.

Selain meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan peluang pendanaan penelitian, kerja sama lintas sektor juga diyakini mampu memperkuat reputasi akademik institusi sekaligus membangun budaya riset yang unggul dan berdaya saing global.

Melalui program ini, Unhan RI berharap dapat melahirkan lebih banyak penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan strategis nasional.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari transformasi Universitas Pertahanan Republik Indonesia menuju World Class Defense University, yakni perguruan tinggi pertahanan berkelas dunia yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepentingan nasional Indonesia.